sindhu linguistika manumanasa
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kalimat Imperatif pada Spanduk Partai Politik Menuju Pemilu 2024 di Kota Surakarta sindhu linguistika manumanasa
Translation and Linguistics (Transling) Vol 2, No 01 (2022): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v4i2.75493

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis dan fungsi kalimat imperatif pada spanduk partai politik menuju pemilu 2024 di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek adalah kalimat imperatif, data yang digunakan kalimat imperatif pada spanduk beserta konteksnya dan Sumber data utama yang digunakan adalah spanduk-spanduk partai politik menuju pemilu 2024 yang berada di kota Surakarta. Objek adalah kalimat imperatif, data yang digunakan kalimat imperatif pada spanduk beserta konteksnya dan sumber data adalah dokumen tertulis spanduk partai politik menuju pemilu 2024 di Kota Surakarta.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber data dan Teknik teriangulasi metode pengumpulan data. Teknik triangulasi sumber data digunakan untuk mengecek data dari berbagai sumber. Metode simak atau observasi dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian yaitu kalimat imperatif pada spanduk partai politik menuju pemilu 2024 di Kota Surakarta. Dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan spanduk partai politik di Kota Surakarta dengan cara difoto agar memudahkan proses pengumpulan data. Teknik ini digunakan untuk mencatat atau mengklasifikan data sesuai dengan jenis kalimat imperatif. Hasil dari penelitian ini menemukan kalimat imperatif dengan jenis, (1) larangan, (2) suruhan, (3) biasa, (4) perintah, (5) permintaan dan (6) ajakan.  Fungsi kalimat imperatif yang ditemukan yaitu (1) fungsi menyampaikan sebuah isyarat, (2) fungsi mengajak, (3) fungsi memerintah, (4) fungsi meminta dan (5) fungsi melarang.
BAHASA CANGKRUKAN DI ANGKRINGAN (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Sindhu Linguistika Manumanasa
Translation and Linguistics (Transling) Vol 3, No 2 (2023): Translation and Linguistics (Transling)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/transling.v3i2.74690

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh fenomena munculnya variasi bahasa yang terjadi dan faktor yang mempengaruhi pada bahasa cangkrukan di angkringan. Komunikasi yang terjadi pada angkringan antar pengunjung dan penjual menimbulkan variasi bahasa. Hal ini mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang muncul dan faktor yang mempengaruhinya. Untuk mengungkap permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan Sosiolinguistik, dengan tetap melihat fenomena yang terjadi di angkringan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatitf. Data penelitian adalah tuturan yang diambil dari dua angkringan di Kota Semarang yaitu angkringan Givan dan angkringan Pak Wandi. Data dikumpulkan melalui hasil observasi langsung, dengan menggunakan metode simak  yang meliputi teknik simak bebas libat cakap dan teknik sadap yang disertai dengan teknik rekam dan catat. Hasil penelitian menunjukkan munculnya bentuk-bentuk variasi bahasa berupa Campur kode, Interferensi, Abreviasi dan Analogi. Faktor yang mempengaruhi munculnya variasi bahasa yaitu faktor lingkungan, faktor usia dan faktor kepraktisan dalam komunikasi.