Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner masih kerap menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan dan komunikasi pemasaran yang berdampak terhadap efisiensi operasional serta jangkauan pasar usaha. Kondisi tersebut juga dialami oleh UMKM Ayam Geprek Kribow yang berlokasi di Lubuk Begalung, Kota Padang, dengan estimasi omzet harian sebelum kegiatan sekitar Rp1.152.000 dari 85–100 porsi dan hingga 75 pelanggan per hari, di mana transaksi keuangan masih dicatat secara manual di buku tulis tanpa format baku dan membutuhkan waktu rekapitulasi sekitar dua jam setiap malam, sementara kegiatan promosi hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan selama dua bulan (Mei–Juli 2026) dengan tujuan mengimplementasikan sistem pencatatan transaksi digital yang terstruktur serta sistem promosi berbasis brosur guna mendukung kegiatan operasional program Jumat Berkah dan pelayanan pesanan event. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pembekalan teknis, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program, yang disertai indikator keberhasilan terukur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mencatat 100% transaksi secara digital menggunakan template Microsoft Excel berformula otomatis, menyebarkan brosur cetak dan digital yang diasosiasikan dengan estimasi penambahan 25 pelanggan baru per minggu, serta menjalankan program Jumat Berkah dengan volume penjualan yang meningkat dari 353 porsi (2–5 Juni 2026) menjadi 535 porsi (9–14 Juni 2026), atau naik 51,6%. Pendampingan yang dilakukan satu kali seminggu selama dua bulan turut meningkatkan literasi digital mitra, dari sebelumnya belum pernah menggunakan Excel maupun Canva menjadi mampu mengoperasikan keduanya secara mandiri, serta memperkuat pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Kendala pelaksanaan meliputi kebutuhan pengulangan pelatihan Excel, penyebaran brosur yang bergantung pada cuaca, serta pengelolaan antrean saat volume pesanan Jumat Berkah tinggi. Dengan demikian, kombinasi sistem pencatatan digital sederhana dan promosi berbasis brosur yang disertai indikator evaluasi terukur dapat menjadi pendekatan praktis dan berbiaya rendah untuk meningkatkan kinerja operasional UMKM kuliner dengan karakteristik serupa.