Azman Abdul Wahid
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Nelayan Tradisional Desa Cot Seurani Kabupaten Aceh Utara Melalui Penerapan ARUNG (Armada Terapung) Imamshadiqin Imamshadiqin; Imamshadiqin; T. Mudi Hafli; Fachrurozi Amir; Imanullah Imanullah; Syahril Khatami; Bagas Noviyansyah; Azman Abdul Wahid; Salmarika Salmarika
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.27506

Abstract

Ketertinggalan yang dialami oleh masyarakat pesisir khususnya nelayan saat ini adalah kurangnya akses untuk memperoleh informasi mengenai penggunaan alat tangkap modern yang dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Selain itu, masih belum cukupnya pendampingan oleh pemerintah, akademisi dan stake holder juga menjadi kendala dalam pengembangan perikanan skala kecil. Salah satu kelompok nelayan kecil yang menghadapi permasalahan yang sama seperti di atasa adalah kelompok nelayan mita lam laot yang ada di Kecamatan Cot Seurani Kabupaten Aceh Utara. Nelayan kecil di daerah ini sebagian besar tidak memiliki kapal penangkapan ikan sendiri dan menjadi ABK pada kapal purse seine. Permasalahan utamanya adalah keterbatasan jumlah kapal purse seine yang ada menyebabkan tidak semua nelayan dapat tercover menjadi ABK, sehingga nelayan tidak memiliki akses untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan sama sekali. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan nelayan tradisional di Desa Cot Seurani untuk menerapkan teknologi Arung sebagai wadah yang dapat digunakan nelayan untuk melakukan kegiatan penangkapan. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui penyuluhan dan (workshop) pembuatan Arung. Hasil dari kegiatan ini adalah telah terlaksananya kegiatan pelatihan pembuatan arung dan manajemen nelayan, penerapan teknologi Arung, pendampingan serta evaluasi dengan lancar dan mendapatkan respon yang baik dari setiap peserta. Bangunan Arung yang telah dibangun berbentuk persegi empat dengan tinggi 2 m dan luas 25 m2 pada koordinat 5o15’49.4’’N 96o55’14.3’’E. Berdasarkan hasil pendampingan dan evaluasi, bangunan Arung terlihat stabil di perairan dan nelayan sudah mendapatkan hasil tangkapan dengan menggunakan Arung sebagai wadah untuk melakukan kegiatan penangkapan.