Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan pembangkit alternatif yang ramah lingkungan. Fokus penelitian ini adalah bagaimana pengaruh interkoneksi PLTMH dan rekonfigurasi jaringan terhadap profil tegangan dan rugi saat luar waktu beban puncak (LWBP) dan saat waktu beban puncak (WBP) dan pengujian menggunakan ETAP power station 12.6.0.
Hasil pengujian menunjukan bahwa interkoneksi PLTMH berpengaruh memperbaiki profil tegangan dan rugi daya pada penyulang lokasi interkoneksi yaitu penyulang Maleo namun memiliki pengaruh yang kecil terhadap penyulang lainya. Profil tegangan sistem 20 kV Manokwari tanpa PLTMH memiliki drop tegangan terbesar yang terdapat pada penyulang maleo dan penyulang nuri dengan besar drop tegangan pada penyulang maleo saat LWBP 18,40% dan 25,86% saat WBP, Pada penyulang nuri saat LWBP 6,61% dan 7,78% saat WBP. Interkoneksi PLTMH pada penyulang Maleo memberikan pengaruh yang besar terhadap profil tegangan penyulang Maleo sehingga drop tegangan yang terjadi 5.53% saat LWBP dan 8.83% saat WBP sedangkan penyulang lainnya tidak terlalu besar hanya berkisar antara 1,48% sampai 6,31% saat LWBP dan 2,24% sampai 7,35% saat WBP. Rekonfigurasi jaringan juga mempengaruhi drop tegangan yaitu 5.52% saat LWBP dan 8.69% saat WBP.
Rugi daya sistem tanpa interkoneksi PLTMH adalah pada penyulang Maleo saat LWBP 324,198 kW dan 605,565 kW saat WBP. Interkoneksi PLTMH menyebabkan penurunan rugi daya terbesar pada penyulang maleo sebesar 92,031 kW saat LWBP sedangkan saat WBP sebesar 178,261 kW. Setelah rekonfigurasi jaringan rugi daya juga mengalami perbaikan sebesar 90,819 kW saat LWBP dan 171.49 kW saat WBP.
Kata kunci: PLTMH, interkoneksi, rekonfigurasi, profil tegangan, rugi daya