Sintiyawati Ladiku
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Self-Adjustment Pada Santri di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Sintiyawati Ladiku; Salahuddin Liputo; Muhammad Mursyid; Anik Indarwati
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1790

Abstract

Kehidupan di pondok pesantren menempatkan santri dalam lingkungan asrama yang sarat aturan, jadwal terstruktur, dan pola interaksi sosial yang berbeda jauh dari kehidupan keluarga. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi, terutama bagi santri yang baru pertama kali meninggalkan lingkungan keluarganya. Kemampuan penyesuaian diri (self adjustment) santri diduga berkaitan erat dengan tingkat harga diri (self esteem) yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan self adjustment pada santri di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Kabupaten Gorontalo. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis korelasi pearson. Populasi berjumlah 94 santri MTs Sirojuth Tholibin, dan sampel ditetapkan sebanyak 76 santri menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui skala self esteem dan skala self adjustment yang disebarkan secara langsung.Hasil analisis korelasi pearson diperoleh nilai signifikan sebesar p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,492, yang menandakan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan self adjustment, yang bermakna bahwa semakin tinggi tingkat self esteem yang dimiliki santri, maka semakin rendah tingkat self adjustmentnya dan sebaliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa santri dengan harga diri yang sangat tinggi cenderung merasa lebih sulit untuk menyesuaikan diri dengan norma dan aturan di lingkungan pesantren yang menuntut kepatuhan kolektif. Dengan demikian, keseimbangan antara harga diri dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembinaan santri.