Stabilitas sediaan sirup adalah faktor penentu mutu karena mempengaruhi keamanan, efektivitas, dan penerimaan pasien. Sirup merupakan larutan oral bergula yang mengandung zat aktif, pelarut, pemanis, penstabil, pengawet, dan pengental, sehingga rentan mengalami perubahan fisikokimia selama penyimpanan. Untuk menjaganya, berbagai pendekatan formulasi dan metode evaluasi terus dikembangkan. Pendekatan berbasis Quality by Design kian diadopsi karena mampu memetakan Critical Quality Attributes, memperluas parameter uji, dan menstandarkan kondisi pengujian agar hasil dapat dibandingkan lintas studi. Kajian ini disusun menggunakan metode narrative review dengan analisis deskriptif terhadap literatur yang relevan. Artikel ilmiah periode 2014–2024 dikumpulkan dari jurnal nasional terakreditasi dan platform seperti Connected Papers, Elsevier, PubMed, serta Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran literatur meliputi: “stabilitas sediaan sirup”, “stabilitas fisik sirup”, “pengaruh pH terhadap stabilitas sirup”, “formulasi sirup parasetamol”, “sirup dengan bahan aktif alami”, dan “evaluasi mutu sediaan sirup”. Hasil menunjukkan pergeseran dari uji dasar seperti organoleptik, pH, dan homogenitas menuju panel yang lebih spesifik, yaitu viskositas, bobot jenis, kejernihan, waktu tuang, volume yang terpindahkan, serta uji hedonik untuk menangkap penerimaan pengguna. Panel ini membuat pemantauan produk lebih rinci, konsisten, dan relevan dengan praktik industri. Pengembangan terbaru menonjolkan penggunaan kosolven non sukrosa seperti sorbitol, propilen glikol, dan gliserol; sejumlah studi juga mengintegrasikan uji aktivitas biologis pada sirup herbal dan menyesuaikan kondisi penyimpanan uji agar lebih representatif. Kesimpulannya, uji stabilitas sirup terus berevolusi dan kian spesifik, sehingga evaluasi kini lebih menyeluruh untuk menjamin mutu, keamanan, dan kenyamanan penggunaan.