Nafa Anggraini
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI LAMA RAWAT INAP PASIEN PENYAKIT JANTUNG DI RSUD DR. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN TAHUN 2023 Nafa Anggraini; Siswanto Siswanto; Karera Aryatika
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 20, No 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkmi.20.4.2025.1-5

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan kondisi medis yang mempengaruhi struktur dan fungsi jantung. Pada tahun 2023, penyakit jantung koroner menjadi kasus terbanyak di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo dengan 4.062 pasien rawat jalan dan 393 pasien rawat inap. Lama rawat inap dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, komplikasi pasca operasi, penyakit penyerta, dan fraksi ejeksi jantung. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi lama rawat inap pasien penyakit jantung di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tahun 2023. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder dari rekam medis 393 pasien. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Variabel dependen adalah lama rawat inap, sedangkan variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, diagnosa awal, dan jumlah komorbid. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah komorbid dengan lama rawat inap pasien penyakit jantung (p = 0,033; OR = 4,815; CI 95% = 1,138-20,371). Namun, tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, dan diagnosis awal dengan lama rawat inap pasien penyakit jantung. Kesimpulan: Pada penelitian ini hanya variabel jumlah komorbid yang memiliki hubungan signifikan dengan lama rawat inap pasien penyakit jantung. Semakin banyak jumlah komorbiditas yang dimiliki pasien, semakin besar kemungkinan pasien menjalani rawat inap lebih lama.