Pujiati
Magister of History Science, Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA SIMBOL RUMAH ADAT TRADITIONAL SUKU ALAS KABUPATEN ACEH TENGGARA Pitri Nurbaya; Khairun Nisa; Pujiati
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v11i1.70677

Abstract

Aceh Tenggara atau lebih dikenal dengan sebutan ibukotanya yaitu Kutacane, daerah yang kaya dengan seni dan budaya salah satunya adalah rumah adat Alas. Rumah adat Alas dibangun dengan memperhatikan kegunaan, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik yang terkandung dalam rumah adat tradisional Suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara. Rumah adat Suku Alas, yang dikenal dengan sebutan Khumah Alas, merupakan manifestasi dari identitas budaya, nilai-nilai sosial, dan pandangan hidup masyarakat Alas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur arsitektur rumah adat  mulai dari bentuk bangunan, ukiran, warna, hingga tata ruang memiliki makna simbolis yang erat kaitannya dengan sistem kepercayaan, norma adat, serta struktur sosial masyarakat Alas.Adapun tujuan dari Penilitian ini yaitu Makna simbol Rumah adat alas di Aceh Tenggara,dan juga nama-nama Bagian rumah adat Alas Aceh Tenggara.Hasil penelitian ini menunjukan ada perbedaan makna pada simbol bagian sisi bentuk arsitektur bangunan rumah adat suku alas Kata Kunci: Makna Simbol, Rumah Adat, Alas
AGAMA DAN KEBUDAYAAN DALAM PERSPEKTIF TEORI SOSIAL Pujiati; Fitriaty Tambunan; Kus Angelia Tarigan; Rani Anggriani
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v11i1.71240

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai agama dan kebudayaan terhadap kehidupan sosial dari perspektif teori sosial.Tujuan utama penelitian iniadalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh hubungan agama dan kebudayaan yang dilihat dari berbagai aspek maupun dari pandangan para filsuf. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka secara kualitatif, penelitian ini menerapkan bagaimana penerapan terhadap redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai tahap analisis utama. Temuan utamanya menyoroti terhadap Agama dan kebudayaan menempati posisi strategis dalam kajian teori sosial karena keduanya berperan dalam membentuk struktur dan dinamika masyarakat. Agama dipahami tidak semata-mata sebagai fenomena teologis, melainkan sebagai institusi sosial yang berfungsimengonstruksi nilai, norma, dan identitas kolektif. Dalam kerangka teori sosial klasik dan kontemporer, pemikiran Émile Durkheim, Max Weber, dan Clifford Geertz menunjukkan bahwa agama merupakan bagian integral dari kebudayaan yang memberikan makna simbolik serta legitimasi terhadap tatanan sosial. Kajian ini menegaskan bahwa relasi antara agama dan kebudayaan bersifat dialektis dan berkontribusi terhadap proses perubahan sosial.   Kata kunci: Agama, Kebudayaan, Teori Sosial.