Dea Putery Aisyah
Program Studi Psikologi, Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SELF-COMPASSION DAN KECEMASAN PEREMPUAN KORBAN INTIMATE PARTNER VIOLENCE (IPV) Dea Putery Aisyah; Naomi Soetikno
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9101

Abstract

Intimate Partner Violence (IPV) is a form of violence within intimate relationships that is widely experienced by women and has significant impacts on mental health, particularly anxiety. Experiences of violence that are repetitive, characterized by relational power imbalance, and traumatic in nature can intensify persistent feelings of fear, worry, and insecurity among victims. One psychological factor considered to function as an internal resource in coping with these adverse effects is self-compassion. This study aimed to examine the relationship between self-compassion and anxiety among women survivors of Intimate Partner Violence (IPV).The study employed a non-experimental quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 344 adult women who had experienced Intimate Partner Violence (IPV), recruited using purposive sampling techniques. The research instruments included the Self-Compassion Scale (SCS) to measure levels of self-compassion and the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) to assess anxiety levels; both instruments met established criteria for validity and reliability. Data analysis was conducted using Spearman’s correlation test due to non-normal data distribution.The results revealed a significant negative relationship between self-compassion and anxiety (r = ?0.283; p < 0.001), indicating that higher levels of self-compassion are associated with lower levels of anxiety among women survivors of Intimate Partner Violence (IPV). These findings suggest that self-compassion serves as a psychological protective factor in the context of relational trauma and has important implications for the development of compassion-based psychological interventions to help women survivors of Intimate Partner Violence (IPV) manage anxiety. ABSTRAK Intimate Partner Violence (IPV) merupakan bentuk kekerasan dalam hubungan intim yang banyak dialami perempuan dan berdampak signifikan terhadap kesehatan mental, khususnya kecemasan. Pengalaman kekerasan yang bersifat berulang, tidak seimbang secara relasional, dan traumatis dapat meningkatkan rasa takut, khawatir, serta ketidakamanan yang menetap pada korban. Salah satu faktor psikologis yang dipandang berperan sebagai sumber daya internal dalam menghadapi dampak tersebut adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan kecemasan pada perempuan korban Intimate Partner Violence (IPV). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 344 perempuan dewasa yang pernah mengalami Intimate Partner Violence (IPV) dan direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) untuk mengukur tingkat self-compassion dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur tingkat kecemasan, yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara self-compassion dan kecemasan (r = ?0,283; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat self-compassion, semakin rendah tingkat kecemasan pada perempuan korban Intimate Partner Violence (IPV). Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan sebagai faktor protektif psikologis dalam konteks trauma relasional dan memiliki implikasi penting bagi pengembangan intervensi psikologis berbasis compassion untuk membantu perempuan korban Intimate Partner Violence (IPV) dalam mengelola kecemasan.