Dewi Rayani
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN KONSELING BEHAVIOR DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGENDALIKAN PERILAKU KECANDUAN GAME ONLINE SISWA Dominikus Walla; Dewi Rayani; Ichwanul Mustakim
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9810

Abstract

ABSTRACT Online games can provide cognitive benefits such as enhancing strategic thinking and problem-solving skills; however, excessive use may lead to addictive behaviors that negatively affect students’ psychological and social conditions. The phenomenon of online game addiction in schools reveals a gap between the need for effective counseling services and the limited availability of empirically tested behavior-based interventions, thereby requiring structured intervention efforts. This study aims to determine the effect of behavioral counseling on online game addiction among eighth-grade students at SMP Negeri 1 Gunungsari in the 2023/2024 academic year. The research employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest experimental design. The sample consisted of eight students identified as having online game addiction tendencies based on pretest results and selected through purposive sampling. The intervention was conducted through group counseling sessions using the Assertive Training technique to help students improve self-control over excessive gaming behavior. Data were analyzed using the Paired Sample t-test. The results showed that the calculated t-value (27.149) was greater than the t-table value (2.365) at α = 0.05 (df = 7), indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings confirm that behavioral counseling with the Assertive Training technique is effective in reducing online game addiction and provides practical contributions to strengthening school guidance and counseling services. ABSTRAK Game online dapat memberikan manfaat kognitif seperti melatih strategi dan pemecahan masalah, namun penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan perilaku adiktif yang berdampak pada aspek psikologis dan sosial siswa. Fenomena kecanduan game online di sekolah menunjukkan kesenjangan antara kebutuhan layanan konseling yang efektif dan masih terbatasnya intervensi berbasis pendekatan behavior yang teruji secara empiris, sehingga diperlukan upaya intervensi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling behavior terhadap kecanduan game online pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gunungsari Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 8 siswa yang terindikasi kecanduan berdasarkan hasil pretest dan dipilih melalui purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk konseling kelompok menggunakan teknik Assertive Training untuk membantu siswa meningkatkan kontrol diri terhadap perilaku bermain game. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan nilai t-hitung 27,149 > t-tabel 2,365 (α = 0,05; db = 7), sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menegaskan bahwa konseling behavior dengan teknik Assertive Training efektif menurunkan tingkat kecanduan game online serta memberikan kontribusi praktis bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA Diana Mufidah; Wayan Tamba; Dewi Rayani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10929

Abstract

ABSTRACT Emotional intelligence is an important ability that students need to possess in managing emotions, building social relationships, and adapting to their environment. During adolescence, students experience various physical, psychological, social, and emotional changes that may influence the development of their emotional intelligence. This study aimed to determine the effect of group guidance services on the emotional intelligence of eleventh-grade students at SMAN 1 Batulayar in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The research sample consisted of six students with low levels of emotional intelligence selected through purposive sampling techniques. Data were collected using an emotional intelligence questionnaire and analyzed using the t-test. The findings revealed that group guidance services had a positive effect on improving students’ emotional intelligence. After participating in the group guidance sessions, students demonstrated better abilities in controlling emotions, understanding their own and others’ feelings, and improving social interaction skills within the school environment. Therefore, group guidance services can serve as an effective counseling strategy to support the development of students’ emotional intelligence. ABSTRAK Kecerdasan emosional merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam mengelola emosi, membangun hubungan sosial, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pada masa remaja, siswa mengalami berbagai perubahan fisik, psikis, sosial, dan emosional yang dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan emosional mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap kecerdasan emosional siswa kelas XI SMAN 1 Batulayar Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah enam siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kecerdasan emosional yang dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kecerdasan emosional siswa. Setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok, siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengontrol emosi, memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain, serta meningkatkan keterampilan sosial dalam berinteraksi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dapat menjadi salah satu alternatif layanan konseling yang efektif dalam membantu pengembangan kecerdasan emosional peserta didik.