Eko Budi Hartanto
Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Tes Bahasa Arab Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk Guru Bahasa Arab Eko Budi Hartanto; Nadhimurridlo Al-Alwany
Al-Wasil Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/alwasil.v3i2.9609

Abstract

Pendidikan bahasa Arab di Indonesia saat ini mengalami transformasi signifikan seiring tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan kompetensi abad ke-21. Namun, banyak guru bahasa Arab di Kabupaten Kediri menghadapi kendala dalam menyusun instrumen evaluasi yang mampu memicu daya kritis siswa karena dominasi soal tingkat rendah. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes bahasa Arab berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang terstandarisasi untuk meningkatkan literasi asesmen modern pendidik. Menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), kegiatan ini melibatkan para guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Arab Kabupaten Kediri sebagai mitra kolaboratif. Sumber data primer diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, dan draf soal orisinal guru, sedangkan data sekunder mencakup dokumen kurikulum dan literatur terkait. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif serta kuantitatif sederhana untuk menguji kualitas butir soal melalui analisis isi dan uji coba lapangan. Alur pelaksanaan mengikuti siklus Discovery, Dream, Design, Define, dan Delivery. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru sebesar 40% dalam menyusun soal HOTS. Selain itu, kegiatan ini berhasil menghasilkan buku panduan teknis serta bank soal terstandarisasi yang memanfaatkan stimulus kontekstual. Evaluasi ini membawa dampak positif pada ekosistem sekolah melalui penguatan budaya literasi asesmen serta peningkatan motivasi belajar siswa. Kendala berupa resistensi pola pikir tradisional dan keterbatasan waktu diatasi melalui pendampingan peer-teaching berkala serta penyediaan repositori digital bahan stimulus teks Arab yang variatif.