Mazaya Zahrah
Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN INOVASI MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG MENJADI KECAP DI DESA SENDANGAGUNG Frantes Noel Alonso; Dimas Mahendra Putra; Sekar Dwi Ayuningtyas; Ro’is Sholeh; Arum Yuliana; Lizera Janwa Naifa Sharon; Valentine Pramantya Sari; Cendana Wangi; Mazaya Zahrah; Arinda Rosa Anggraini
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan sampah organik rumah tangga, terutama kulit pisang, masih menjadi masalah yang umum di Desa Sendangagung, yang terletak di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Tingginya konsumsi pisang oleh masyarakat desa yang bergantung pada sektor pertanian menyebabkan timbulnya sampah kulit pisang dalam jumlah besar, yang selama ini diperlakukan sebagai sampah organik biasa. Namun, kulit pisang kaya akan tanin, polifenol, pektin, mineral, dan serat, sehingga cocok untuk diolah menjadi produk pangan bernilai, termasuk kecap. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada Ibu-ibu PKK di Desa Sendangagung tentang cara mengubah limbah kulit pisang menjadi kecap, guna mendorong pemberdayaan ekonomi yang berakar pada sumber daya lokal. Pendekatan ini melibatkan tiga tahap: persiapan (observasi, sosialisasi, dan penyiapan alat-bahan), pelaksanaan (pemaparan materi dan praktik pembuatan kecap), serta evaluasi berdasarkan tingkat partisipasi peserta. Hasilnya menunjukkan perubahan positif dalam cara masyarakat memandang limbah organik, karena para peserta menyadari potensi kulit pisang untuk diubah menjadi produk yang dapat dijual. Keterampilan yang diperoleh berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan yang mendukung perekonomian keluarga dan mewujudkan desa yang mandiri dan berkelanjutan.