Toha Makhsun
Magister Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE TILAWATI DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA KELAS 1 MADRASAH IBTIDAIYAH Moch. Nur Tian Darmawan Widayat; Asmaji Muchtar; Toha Makhsun
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9462

Abstract

ABSTRACT At the elementary school level, learning to read the Qur’an serves as a fundamental foundation for instilling religious competence while shaping children’s character from an early age. This study aims to describe the implementation of the Tilawati method in improving Qur’anic reading skills among first-grade students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The participants included the head of the madrasah, a certified Tilawati teacher, first-grade students, and their parents. The findings indicate that the Tilawati method was implemented through classical instruction, individual practice, and continuous evaluation, emphasizing the principles of talaqqi musyafahah, the use of the rost melody, and habituation in reading with tartil. The implementation was supported by teacher competence, the availability of learning facilities, a religious school environment, and parental involvement in assisting learning at home. The identified challenges included variations in students’ initial abilities and limited instructional time. Overall, the implementation of the Tilawati method demonstrated positive results in enhancing students’ Qur’anic reading skills, particularly in fluency, accuracy of makhraj pronunciation, application of tajwid rules, and the cultivation of proper etiquette in recitation. This study contributes to the development of Qur’anic learning strategies that are contextually relevant, systematically structured, and aligned with the developmental characteristics of early childhood learners in formal educational settings. ABSTRAK Pada jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar membaca Al-Qur’an menjadi landasan utama dalam menanamkan kemampuan religius sekaligus membentuk kepribadian anak sejak dini. Penelitian ini diarahkan untuk menguraikan penerapan metode Tilawati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada siswa kelas I Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta telaah dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini mencakup kepala madrasah, guru Tilawati yang telah memiliki sertifikasi, siswa kelas I, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati diterapkan melalui tahapan pembelajaran klasikal, individual, dan evaluasi berkelanjutan dengan menekankan prinsip talaqqi musyafahah, penggunaan lagu rost, dan pembiasaan membaca tartil. Implementasi metode ini didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana pembelajaran, lingkungan madrasah yang religius, serta keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar di rumah. Kendala yang teridentifikasi dalam pelaksanaannya mencakup adanya variasi kemampuan awal antar siswa serta terbatasnya waktu yang tersedia untuk proses pembelajaran. Secara umum, penerapan metode Tilawati menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, khususnya pada aspek kelancaran, ketepatan pengucapan makhraj, penerapan kaidah tajwid, serta pembinaan adab dalam membaca. Studi ini memberikan sumbangan bagi pengembangan strategi pembelajaran Al-Qur’an yang relevan dengan konteks, tersusun secara terarah, serta selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini di lingkungan pendidikan formal.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN SOSIAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH Ahmad Fuad Basyir; Asmaji Muchtar; Toha Makhsun
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9477

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) plays a significant role in shaping students’ religious and social character, particularly in addressing the challenges of globalization and rapid technological advancement. However, the internalization of these values continues to face various challenges, stemming from environmental influences, digital media exposure, and limitations in instructional strategies. This study was conducted to examine and describe the strategies implemented by Islamic Religious Education teachers in fostering and developing students’ religious and social character at MTs Pembangunan Jakarta. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and document analysis. The research subjects included Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and school leaders as well as educational staff within the school environment. Data were analyzed systematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that the efforts of Islamic Religious Education teachers in cultivating students’ religious and social character are realized through role modeling, habituation of worship practices, integration of character values into the learning process, and reinforcement through religious and extracurricular activities. These strategies contribute positively to improving students’ discipline in worship, empathy, responsibility, and cooperation. Nevertheless, the study also identified obstacles, particularly the influence of social media and peer environments. Therefore, integrated collaboration among teachers, school administrators, and parents is essential to strengthen the continuous and sustainable development of students’ character. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) menempati posisi yang signifikan dalam proses pembentukan karakter keagamaan dan sosial peserta didik, khususnya dalam menghadapi dinamika globalisasi serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun, proses internalisasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi berbagai kendala, baik dari faktor lingkungan, media digital, maupun keterbatasan strategi pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dan mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam membina serta mengembangkan karakter religius dan sosial peserta didik di MTs Pembangunan Jakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini mencakup guru Pendidikan Agama Islam (PAI), peserta didik, serta unsur pimpinan dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan mengikuti tahapan reduksi data, penyajian atau display data, serta proses verifikasi dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun karakter religius dan sosial peserta didik diwujudkan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan praktik ibadah, pengintegrasian nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran, serta penguatan melalui aktivitas keagamaan dan program ekstrakurikuler. Strategi tersebut berkontribusi positif terhadap peningkatan kedisiplinan beribadah, sikap empati, tanggung jawab, dan kerja sama peserta didik. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan berupa pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi yang terintegrasi antara guru, pihak sekolah, dan orang tua guna memperkokoh proses pembinaan karakter peserta didik secara konsisten dan berkesinambungan.