Swantyka Ilham Prahesti
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI MEDIA RANTIK RANTAI ANTRE MAGNETIK UNTUK MENGEMBANGKAN ETIKA MENGANTRE ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN Naela Fadhilah; Nufitriani Kartika Dewi; Swantyka Ilham Prahesti; Syifa Fauziah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9748

Abstract

Queueing culture is part of social values that need to be habituated from an early age because it relates to children's ability to control themselves, be patient, and respect the rights of others. Based on observations during learning activities at POS PAUD Cempaka, some children still experienced difficulties in applying queueing behavior, such as impatience while waiting for their turn, cutting in line, and minor conflicts with peers. Previous habituation efforts had not produced optimal behavioral changes due to the lack of observable learning media. Therefore, the author developed and implemented Rantik (Magnetic Queue Chain) as an educational play tool to instill queueing culture in early childhood through daily routine activities for one semester. The results showed changes in children's attitudes, including the ability to wait for their turn, follow the queue order, reduced conflicts, and the emergence of initiative to queue without constant reminders from the tutor. Rantik media can be used as a tool to habituate social behavior because it is visual, manipulable, and appropriate to early childhood developmental characteristics. ABSTRAKBudaya antre merupakan bagian dari nilai sosial yang perlu dibiasakan sejak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengendalikan diri, bersikap sabar, serta menghargai hak orang lain. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan pembelajaran di POS PAUD Cempaka, masih terdapat anak yang mengalami kesulitan dalam menerapkan perilaku antre, seperti tidak sabar menunggu giliran, menyerobot antrean, dan mudah terlibat konflik kecil dengan teman sebaya, sementara upaya pembiasaan yang dilakukan sebelumnya belum memberikan perubahan perilaku yang optimal karena kurang didukung media yang dapat diamati secara langsung oleh anak. Oleh karena itu, penulis mengembangkan dan menerapkan inovasi media Rantik (Rantai Antre Magnetik) sebagai alat permainan edukatif untuk menanamkan budaya antre pada anak usia dini yang diterapkan selama satu semester kepada 49 anak usia 3–6 tahun melalui kegiatan rutin harian. Hasil penerapan menunjukkan adanya perubahan sikap anak, yaitu anak mulai mampu menunggu giliran, mengikuti urutan antrean, berkurangnya konflik antar anak, serta munculnya inisiatif untuk mengantre tanpa harus selalu diingatkan oleh tutor. Media Rantik dapat digunakan sebagai sarana pembiasaan perilaku sosial karena bersifat visual, manipulatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.  
BIG BOOK LITERASI NUANSA LINGKUNGAN (BILING) SEBAGAI MEDIA PENGENALAN LINGKUNGAN DI KB AL HIDAYAH PEMALANG Ifrohatun Ifrohatun; Swantyka Ilham Prahesti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15841

Abstract

Introducing the environment and cultivating emergent literacy represent crucial foundational aspects of early childhood education. However, practical environmental instruction in classrooms continues to require concrete, contextual, and developmentally appropriate learning media. This performance-based development aims to design the Big Book of Environmental Literacy (BiLiNG) as an instructional medium to introduce environmental concepts while stimulating emergent literacy among young learners at KB Al Hidayah Pemalang. The media development was conducted through four procedural stages: planning, content and visual structuring, physical assembly, and instructional implementation. BiLiNG was engineered as a large-format book incorporating real-world environmental photographs familiar to children, simple narrative texts, vibrant illustrations, and interactive inquiry prompts. The classroom implementation was conducted through shared reading sessions, guided questioning, and structured dialogues. The implementation results demonstrate that utilizing the BiLiNG media effectively enhanced children's visual attention, learning enthusiasm, communicative participation, and verbal responsiveness during the learning process. The children exhibited greater proficiency in identifying, categorizing, and naming various environmental components displayed in the book. These findings confirm that the BiLiNG media serves as a simple, contextual, and relevant alternative instructional medium to foster early environmental awareness and emergent literacy skills in early childhood education. ABSTRAK Pengenalan lingkungan dan pengembangan literasi awal merupakan aspek esensial dalam pembelajaran anak usia dini. Namun, pelaksanaan pembelajaran pengenalan lingkungan di lapangan masih membutuhkan media konkret yang kontekstual, menarik, dan selaras dengan tahapan perkembangan anak. Karya kinerja ini bertujuan untuk mengembangkan media Big Book Literasi Nuansa Lingkungan (BiLiNG) sebagai sarana pembelajaran guna mengenalkan lingkungan sekaligus menstimulasi literasi awal anak usia dini di KB Al Hidayah Pemalang. Pengembangan media dilakukan melalui empat tahapan prosedural, yaitu perencanaan, penyusunan isi dan ilustrasi, pembuatan media fisik, serta penerapan dalam proses pembelajaran. Media BiLiNG dirancang dalam bentuk buku berukuran besar dengan memanfaatkan dokumentasi foto lingkungan nyata di sekitar anak, teks bersahaja, ilustrasi visual yang kontras, serta stimulus pertanyaan interaktif. Implementasi media diterapkan melalui kegiatan membaca bersama (shared reading), tanya jawab, dan diskusi terarah. Hasil penerapan membuktikan bahwa penggunaan media BiLiNG efektif meningkatkan atensi visual, antusiasme, partisipasi komunikatif, serta respons verbal anak selama proses pembelajaran berlangsung. Anak menjadi lebih mudah mengenali, membedakan, dan menyebutkan beragam objek lingkungan yang disajikan dalam media. Temuan ini menegaskan bahwa media BiLiNG dapat menjadi alternatif sarana instruksional yang sederhana, kontekstual, dan relevan untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan serta literasi awal sejak usia dini.