Nilwani yas H.Nilwani,
Universitas Muhammadiyah Pontianak

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIALISASI WAKAF UANG BAGI GURU AL-ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN DAN PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH SE KOTA PONTIANAK Nilwani yas H.Nilwani,
Tarbawi Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2021): Tarbawi Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/tbw.v7i2.3873

Abstract

ABSTRAK               Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasi wakaf uang (Cash waqf) pada kelompok startegis Muhammadiyah Kota Pontianak yakni anggota dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah Kota Pontianak, dengan harapan dapat, mengingatkan dan menambah/menyegarkan wawasan kelompok sasaran, terkait wakaf uang yang merupakan bagian dari syariat Islam yang dapat menjadi intrumen bagi perbaikan dan peningkatan kesejahteraan ummat, sehingga dengan pengetahuan/wawasan tersebut kelompok sasaran, dapat ikut serta dalam menjalankan dan menyebarluaskan syari’at Islam ini di lingkungan keluarga,institusi dan masyarakat pada umumnya.Metode yang digunakan adalah diawali dengan memetakan kelompok sasaran, koordinasi dan perizinan, Sosialisasi wakaf uang, presentasi/ ceramah, tanya jawab,curah pendapat terakhir adalah evaluasi dan pelaporan.Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa 50 % dari seluruh peserta yang hadir menjawab belum pernah mendengar tentang wakaf uang, , 100, % menjawab mendukung mengharapkan Sosialisasi ini berkelanjutan dengan sasaran yang lebih luas, dan 95 % merasakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat memberikan informasi/wawasan yang berharga terkait pengetahuan tentang wakaf uang. Hal ini dapat disimpulkan bahwa sebesar 95 % peserta yang hadir pada saat pengabdian berlangsung merasa bahwa materi yang disampaikan penting untuk diketahui, materi yang disampaikan memberikan tambahan wawasan, materi yang disampaikan sangat menarik, respon peserta sangat antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan deskripsi peserta pada kuesioner yang dibagikan sesi akhir sosialisasi. Kata kunci: Sosialisasi Wakaf Uang
Peran Muhammadiyah Dalam Menyikapi Fenomena LGBT dan Aliran Keagamaan Menyimpang* Nilwani Hamid
Tarbawi Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2016): Tarbawi Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/.v2i1.275

Abstract

Fenomena munculnya bermacam ragam paham dan aliran menyimpang (sesat) di tanah air kerapkali disikapi dengan berbagai cara oleh ummat Islam, sebagian umat Islam menyikapinya dengan ekstrem, sikap ekstrem dimaksud secara umum terbagi menjadi dua, yakni main hakim sendiri dengan menghalalkan tindakan anarkis terhadap para penganut aliran menyimpang (sesat), atau memasang badan membela para penganut paham dan aliran menyimpang (sesat) tersebut dengan berdalih bahwa "hanya Tuhan-lah yang berhak memvonis sesat tidaknya suatu golongan". Bila kita mencermati secara jeli, maka sikap kelompok pertama yang menghalalkan tindakan anarkis terhadap para penganut aliran sesat sesungguhnya dilatarbelakangi oleh satu model beragama yang lebih mengedepankan sikap-sikap emosional. Sementara kelompok kedua yang begitu toleran terhadap para pengikut dan penjaja kesesatan, boleh jadi dilatarbelakangi oleh faktor kejahilan (kebodohan) terhadap ajaran Islam, mengikuti hawa nafsu sehingga terjebak taklid buta pada apa yang diajarkan guru-gurunya, atau adanya kepentingan-kepentingan duniawi yang menyebabkan seseorang yang sejatinya alim memilih untuk diam seribu bahasa atau bahkan cenderung melakukan pembelaan terhadap eksistensi aliran/paham menyimpang (sesat) tersebut. Diantara aliran/paham menyimpang(sesat) yang saat ini sedang menghebohkan jagat Indonesia raya adalah lgbt dan gafatar.
PENGGUNAAN KITAB DURUS AL LUGHAH AL ARABIYAH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ULYA HIDAYATUL MUSLIMIN KELAS XA TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Nilwani, Eli, Mochammad Pandu Agustiawan
Tarbawi Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2023): Tarbawi Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/tbw.v9i2.5797

Abstract

Nilwani1, Eli2, Mochammad Pandu Agustiawan3 1Nilwani, S. Ag, M. Pd(Universitas Muhammadiyah Pontianak), Indonesia2Eli, S. Ag, M. Pd. I (Universitas Muhammadiyah Pontianak), Indonesia3Mochammad Pandu Agustiawan (Universitas Muhammadiyah Pontianak), IndonesiaEmail: 1101116401@unmuhpmk.ac.id Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Kitab Durus Al-Lughah Al-Arabiyah dalam pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin kelas XA tahun pelajaran 2021/2022. Tujuan dari diadakannya penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan tentang (1) Perencanaan pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan Kitab Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyah di Kelas XA Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin. (2) Langkah-langkah pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan Kitab Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyah karya DR. V. Abdurrahim di Kelas XA Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin. (3) Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Arab menggunakan Kitab Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyah karya DR. V. Abdurrahim di  Kelas XA Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin. Metode Penelitian yang digunakan ialah Kualitatif dengan pendekatan Naratif. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kesimpulan bahwa penggunaan Kitab Durus Al-Lughah Al-Arabiyah dalam pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin kelas XA tahun pelajaran 2021/2022 sebagai berikut: Perencanaan pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan Kitab Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyah di Kelas XA Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin belum memenuhi standar Peraturan Pemerintah Tahun 2005 Nomor 17 . Langkah-langkah pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan Kitab Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyah karya DR. V. Abdurrahim ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu, a. Kegiatan pendahuluan dengan cara megadakan tanya jawab pada santri terkait materi sebelumnya. b. Kegiatan inti yang berisikan penjelasan materi dari Ustadz Maulana lalu melibatkan santri dalam menjawab latihan-latihan yang ada di kitab tersebut. c. Dan kegiatan penutup yang berisi tanya jawab, jika terdapat santri yang kurang paham dengan materi. Kata Kunci: Pembelajaran Bahasa Arab, Kitab Durus Al-Lughah Al-Arabiyah
Pengaruh Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Bertajwid pada Mahasiswi Niar Ramadani; Eli; Nilwani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.6999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan mentoring AIK 1, memetakan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswi, serta menganalisis hubungan antara mentoring AIK 1 dan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai tajwid pada mahasiswi angkatan 2025 di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 55 mahasiswi dari berbagai program studi sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui angket pelaksanaan mentoring AIK 1 dan tes membaca Al-Qur'an yang dinilai berdasarkan lima aspek, yaitu makhraj huruf, hukum tajwid, panjang-pendek bacaan, kelancaran, dan adab membaca. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mentoring AIK 1 berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 63,95, sedangkan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswi tergolong dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 16,78. Uji korelasi Spearman menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,038 dengan nilai signifikansi 0,782 > 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mentoring AIK 1 dan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai tajwid. Meskipun demikian, mentoring AIK 1 tetap memiliki peran penting dalam pembinaan karakter keislaman mahasiswi baru, dan perlu diperkuat melalui praktik tahsin yang lebih intensif dan terstruktur.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM UNGGULAN TAHFIZ AL-QURAN DI SMPIT AL-FITYAN KUBU RAYA TAHUN 2026 Tyas Nurhadiyanti; Nilwani Nilwani; Eli Eli
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13983

Abstract

ABSTRACT Qur'anic memorization (tahfiz al-Qur'an) programs have become one of the flagship programs implemented in many Islamic schools to foster students' Qur'anic character. However, studies that comprehensively examine the types of tahfiz programs, their implementation stages, and the supporting and inhibiting factors within integrated Islamic schools remain limited. Therefore, this study aims to analyze the types of flagship tahfiz al-Qur'an programs, the stages of program implementation, and the supporting and inhibiting factors of the tahfiz al-Qur'an program at SMPIT Al-Fityan Kubu Raya. This study employed a qualitative approach with a descriptive design. The participants consisted of 15 informants, including two Qur'an Program Coordinators, three tahfiz teachers, and ten students from the regular and special (takhasus) tahfiz programs. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings revealed that the tahfiz program at SMPIT Al-Fityan Kubu Raya consists of three components: tahsin, regular tahfiz, and takhasus tahfiz, implemented through three main stages: planning, implementation, and periodic evaluation. The program's success is supported by structured management, competent teachers, students' motivation, adequate facilities, and a conducive learning environment. Meanwhile, the main challenges include students' low motivation and consistency, inadequate Qur'anic reading skills, demanding school activities, and a less conducive learning atmosphere. These findings indicate that the successful implementation of a tahfiz al-Qur'an program requires systematic management and strong support from all stakeholders to ensure its effectiveness and sustainability. ABSTRAK Program tahfiz Al-Qur'an menjadi salah satu program unggulan di berbagai sekolah Islam sebagai upaya membentuk karakter Qur'ani peserta didik. Namun, kajian yang mengulas secara komprehensif mengenai jenis program, tahapan pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi program tahfiz pada sekolah Islam terpadu masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis program unggulan tahfiz Al-Qur'an, tahapan pelaksanaan program, serta faktor pendukung dan penghambat program tahfiz Al-Qur'an di SMPIT Al-Fityan Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 15 orang yang terdiri atas dua Penanggung Jawab Al-Qur'an, tiga guru tahfiz Al-Qur'an, dan sepuluh siswa program tahfiz reguler serta tahfiz takhasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahfiz di SMPIT Al-Fityan Kubu Raya dilaksanakan melalui program tahsin, tahfiz reguler, dan tahfiz takhasus dengan tahapan pelaksanaan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara berkala. Keberhasilan program didukung oleh manajemen yang terstruktur, kompetensi guru, motivasi peserta didik, fasilitas yang memadai, serta lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan hambatan utama meliputi rendahnya motivasi dan konsistensi sebagian siswa, kemampuan membaca Al-Qur'an yang belum memadai, padatnya kegiatan sekolah, serta suasana belajar yang kurang kondusif. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfiz memerlukan pengelolaan yang sistematis dan dukungan berbagai pihak agar pelaksanaannya dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan.