Puspa Wardhani
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI, SOSIALISASI DAN DEMONSTRASI PERTOLONGAN PERTAMA GAWAT DARURAT (PPGD) PADA MASYARAKAT AWAM/SEKOLAH MENENGAH ATAS ALFITYAN SCHOOL DI WILAYAH KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2025: Kata Kunci: Pertolongan Pertama; PPGD; Edukasi Kesehatan; Sekolah; Kesiapsiagaan Maulidah Ida; Puspa Wardhani; Ruri Virdiyanti; Suhendra; Alvi Roelanda; Asep Kusdiana
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1791

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada kegawatdaruratan masih tergolong rendah, termasuk di lingkungan sekolah, di mana guru dan siswa sering kali belum memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi seperti henti jantung, pingsan, tersedak, atau patah tulang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMA Alfityan School Kubu Raya melalui edukasi, sosialisasi, dan demonstrasi Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi langsung, yang melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test melalui kuesioner untuk menilai perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 60,8 menjadi 79,3 setelah pelatihan, dengan uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan (p<0,05). Selain itu, peserta juga memperlihatkan peningkatan keterampilan dalam melakukan tindakan CPR, manuver Heimlich, serta imobilisasi patah tulang. Dengan demikian, kegiatan edukasi dan demonstrasi PPGD terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan pertama pada kondisi kegawatdaruratan. Disarankan agar pelatihan serupa dilakukan secara berkelanjutan serta diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana dan keadaan gawat darurat.