Dewa Ayu Ratna Susanti
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Program Sarjana Terapan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN IBU HAMIL PADA PROSES FLEBOTOMI PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS BULELENG III KABUPATEN BULELENG Dewa Ayu Ratna Susanti; Ni Luh Gede Puspita Yanti; Ni Komang Sukra Andini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu hamil merupakan kelompok rentan mengalami kecemasan selama tindakan flebotomi pada pemeriksaan Triple Eliminasi. Kualitas komunikasi terapeutik tenaga kesehatan berperan penting dalam menurunkan kecemasan, meningkatkan rasa aman, serta mempengaruhi kepuasan terhadap pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan ibu hamil pada proses flebotomi pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Buleleng III Kabupaten Buleleng. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 52 ibu hamil dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi komunikasi terapeutik dan kuesioner kepuasan berbasis lima dimensi SERVQUAL. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan gambaran komunikasi terapeutik berada pada kategori sangat baik jumlah responden sebanyak 30 orang dengan persentase 57,7%, sedangkan kepuasan ibu hamil berada pada kategori puas jumlah respondem 25 orang dengan persentase 48,1 %. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan ibu hamil (r = 0,781; p-value = 0,001 < 0,05), artinya semakin baik komunikasi terapeutik, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan flebotomi. Hubungan yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik mampu menciptakan rasa aman, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan persepsi positif ibu hamil terhadap pelayanan laboratorium. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik tenaga kesehatan perlu dioptimalkan, terutama pada layanan pemeriksaan Triple Eliminasi