Muhammad Zali
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaturan Pola Hidup Sehat Dengan Berpuasa Menurut Ajaran Islam Muhammad Zali; Anggina Zahra Salsabilla; Juan Syakir Haziq; Laila Atiyyah Ramadhani Sitorus; Nazla Alifa Kamal; Shafira Putri Cantika
Cindoku : Jurnal Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/cindoku.v2i2.356

Abstract

Fasting is abstaining from everything that breaks the fast, such as orgasm, stomach, and farji (genitals), from dawn to sunset, with a few conditions. This research aims to examine the regulation of a healthy lifestyle through fasting according to Islamic teachings, both from a spiritual and medical perspective. The method used is a literature study with a systematic search of primary sources such as the Qur'an, hadith, as well as scientific references and scholars related to fasting and health. The results of the study show that fasting not only has a ritual and spiritual dimension, but also provides great benefits for physical and mental health. In Islam, fasting is integrated as part of a healthy lifestyle that includes self-control, balanced food consumption, and increased spiritual awareness. In addition, fasting is scientifically proven to be able to help the body detoxify process, strengthen the immune system, and reduce the risk of chronic diseases such as diabetes and obesity. Islam comprehensively provides guidance for a healthy life that is balanced between physical and spiritual aspects, and emphasizes the importance of moderation and self-awareness in maintaining health. Thus, fasting in Islam plays a role as a form of worship that unites the dimensions of physical, spiritual, and social health.
Perspektif Fiqih terhadap Kehalalan Vaksin dan Peran Tokoh Agama dalam Meningkatkan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Muhammad Baker Al Hakim; Muhammad Faiz Muzakki; Nayla Shafira; Sainya Fiar Litha; Muhammad Zali
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1623

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam mencegah penyakit menular. Namun, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keraguan masyarakat terkait kehalalan vaksin dari perspektif Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perspektif fiqih terhadap kehalalan vaksin serta mengidentifikasi peran strategis tokoh agama dalam meningkatkan cakupan IDL melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda dengan kata kunci terkait vaksin halal, fiqih kesehatan, imunisasi dalam Islam, dan peran ulama. Sebanyak 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ulama dan lembaga fatwa Islam di Indonesia maupun internasional menyatakan bahwa vaksin pada prinsipnya halal dan bahkan wajib berdasarkan konsep maslahah, darurat, dan menjaga jiwa (hifzh al-nafs). Meskipun beberapa vaksin mengandung bahan yang secara fiqih problematik, konsep istihalah (transformasi substansi) dan darurat menjadi landasan hukum kebolehannya. Tokoh agama memiliki peran sentral dalam meningkatkan literasi kesehatan umat, menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi strategis antara tenaga kesehatan dan tokoh agama terbukti efektif meningkatkan cakupan IDL di berbagai wilayah. Disarankan agar integrasi pendekatan fiqih dalam program promosi kesehatan diperkuat, dan pelatihan bagi tokoh agama tentang isu kesehatan masyarakat ditingkatkan untuk mencapai target cakupan imunisasi nasional.