Baez Kholil Ammar
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pergeseran Alasan Orang Tua Memilih Lembaga Pendidikan Islam Palen Palen; Erwindo Amirrullah; Baez Kholil Ammar; Aisyah Khairunnisa
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, September 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i3.1689

Abstract

Persaingan antar lembaga pendidikan saat ini membuat peran orang tua menjadi sangat penting sebagai pengambil keputusan utama dalam memilih sekolah (school choice). Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perubahan alasan orang tua dalam memilih Lembaga Pendidikan Islam (LPI), menelusuri faktor-faktor sosial dan ekonomi yang mendorong perubahan tersebut, serta merumuskan apa akibatnya bagi tata kelola sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran buku dan jurnal ilmiah yang membahas Manajemen Pendidikan Islam dan perilaku orang tua dalam memilih sekolah. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dan sintesis pemikiran. Hasil kajian menunjukkan adanya perubahan alasan yang sangat mendasar. Jika dulu alasan orang tua hanya berfokus pada pelajaran agama, jarak yang dekat, dan biaya yang murah, alasan saat ini berubah menjadi lebih masuk akal dan rumit. Orang tua sekarang menuntut gabungan layanan: keseimbangan antara kualitas pelajaran umum, kelengkapan fasilitas, lingkungan sosial yang aman dari pergaulan bebas, dan jaminan masa depan anak, dengan tetap menjadikan pelajaran agama sebagai syarat wajib. Perubahan ini adalah akibat dari membaiknya ekonomi kelas menengah muslim, tingkat pendidikan orang tua yang makin tinggi, dan kekhawatiran terhadap dampak buruk pergaulan bebas. Sebagai akibatnya, pengelola LPI harus meninggalkan gaya manajemen lama dan mulai menerapkan model kepemimpinan terintegrasi (Hybrid-Integrative Islamic School Governance) yang menggabungkan nilai agama dengan manajemen profesional, pengelolaan keuangan yang terbuka, dan peningkatan mutu guru.