Melhadi
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hukum Islam terhadap Lagu Siti Mawarni Melalui Pendekatan Maslahah Mursalah dan Kritik Sosial: Hukum Islam Kontemporer Debby Triana Dewi debby; Rahmi Nur Azizah; Septiara Nur Habibah; Amas Muda; Melhadi
Journal of Islamic Law and Wisdom Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Magister Hukum Islam - UIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the viral phenomenon of the song “Siti Mawarni” as a form of social criticism toward injustice and inequality in law enforcement, particularly in narcotics cases, from an Islamic law perspective. The background of this research lies in the shift of public expression from formal channels to popular media such as music, reflecting declining public trust in formal control mechanisms. The novelty of this study is the application of the maslahah mursalah approach to examine popular artistic expressions as a medium of social criticism, which remains underexplored in Islamic legal studies. This research employs a qualitative method with a normative-empirical approach through library research and digital phenomenon analysis. The findings indicate that the criticism conveyed in the song holds elements of public benefit (maslahah), as it raises awareness and demands justice, particularly regarding disparities between minor offenders and major drug traffickers. However, it also carries the potential for harm (mafsadah) if expressed unethically. Therefore, artistic criticism is permissible in Islamic law as long as it aligns with public interest and avoids social harm.   Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena viralitas lagu “Siti Mawarni” sebagai bentuk kritik sosial terhadap ketidakadilan dan ketimpangan penegakan hukum, khususnya dalam kasus narkotika, dalam perspektif hukum Islam. Latar belakang penelitian ini adalah pergeseran cara masyarakat dalam menyampaikan kritik dari jalur formal ke media populer seperti musik, yang mencerminkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme kontrol formal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan maslahah mursalah untuk mengkaji karya seni populer sebagai media kritik sosial, yang masih jarang dibahas dalam kajian hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris melalui kajian kepustakaan dan analisis fenomena digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik dalam lagu tersebut memiliki nilai kemaslahatan karena mendorong kesadaran masyarakat dan tuntutan keadilan, terutama terkait ketimpangan antara penindakan pengguna dan bandar narkoba. Namun, kritik tersebut juga berpotensi menimbulkan mafsadah jika tidak disampaikan secara etis. Dengan demikian, lagu sebagai media kritik dapat diterima dalam hukum Islam sejalan dengan prinsip kemaslahatan dan tidak menimbulkan kerusakan sosial.