JONI ISKANDAR
STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESALAHAN PENGGUNAAN PREPOSISI WAKTU DAN TEMPAT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS JONI ISKANDAR
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 10 No 1 (2025): APRIL
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya menggunakan Bahasa Inggris, Mahasiswa sering kali menemui kesulitan dan melakukan kesalahan dalam menggunakan teori-teori pembelajaran bahasa. Dalam pengajaran pembelajaran Bahasa Inggris masih banyak permasalahan yang harus dihadapi baik oleh mahasiswa maupun siswa. Banyak peneliti menunjukkan bahwa mahasiswa membuat banyak kesalahan terutama pada kategori tata bahasa. Salah satu yang sulit adalah penggunaan preposisi. Dalam beberapa penelitian terbukti bahwa kesalahan preposisi tergolong tinggi jumlahnya. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan upaya untuk menambah wawasan yaitu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kesalahan preposisi yang dilakukan mahasiswa semester 1 STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa 3 prodi pada semester 1 STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep. Tes diberikan kepada mahasiswa untuk mendapatkan data. Tentang preposisi waktu dan tempat. Dan dari segi analisis data, diambil 30 siswa secara acak sebagai sampel penelitian. Menggunakan tes dan observasi menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. Tes terdiri dari 40 item; tempat preposisi sebanyak 20 item dan waktu preposisi sebanyak 20 item. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dua preposisi yang dianggap sebagai preposisi waktu dan tempat dapat dilakukan: 53,18 % kesalahan preposisi tempat dan 46,74% kesalahan preposisi waktu. Rata-rata kesalahan mereka mengenai tempat preposisi adalah 49,96 %. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menggunakan preposisi tempat tidak baik dan penggunaan preposisi waktu juga kurang tepat. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam menggunakan preposisi waktu dan tempat dalam Bahasa Inggris. Terakhir, disarankan agar guru lebih memperhatikan. Yang terakhir, disarankan kepada guru untuk lebih memperhatikan pengajaran preposisi Bahasa Inggris dan penulis berharap mahasiswa dapat menggunakan preposisi dalam latihan dan percakapan Bahasa Inggris mereka
PENGGUNAAN TEKHNIK MEMBACA CEPAT DALAM PEMBELAJARAN TEKS BAHASA INGGRIS JONI ISKANDAR
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 10 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik membaca cepat dalam rangka meningkatkan keterampilan membaca siswa di SMA Sumenep. Penelitian ini dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di kelas XII-IPA 1 yang berjumlah 28 siswa dengan melibatkan seorang peneliti (sebagai guru) dan seorang pengamat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik membaca cepat dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa. Penerapan teknik tersebut dinyatakan efektif apabila didukung oleh kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran di kelas, meliputi kegiatan yang proporsional dalam proses belajar mengajar, dan terciptanya suasana kelas yang kondusif dengan menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran. Keberhasilan penerapan teknik membaca cepat dibuktikan dengan munculnya respon siswa yang positif dan keaktifan siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran
FAKTOR DEMOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DAN PERBEDAANNYA DI SELURUH TINGKAT KELAS JONI ISKANDAR
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 11 No 1 (2026): APRIL
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang menurunkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dan menguji apakah terdapat perbedaan antar jenjang kelas di sekolah menengah dengan hasil yang digunakan untuk menginformasikan strategi peningkatan pengajaran bahasa Inggris. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan perbandingan yang melibatkan 90 siswa SMP Negeri Sumenep sebagai sampel melalui pengambilan sampel klaster data dikumpulkan dari respons kuesioner tertutup yang dikembangkan oleh Sakai dan Kikuchi (2009) yang dikategorikan oleh Hosseini dan Jafari (2014) menjadi enam faktor demotivasi. Ditemukan bahwa kelas VIII mengalami demotivasi karena karakteristik kelas dan faktor lingkungan kelas. Lebih lanjut, terdapat perbedaan yang signifikan dalam faktor demotivasi guru dan faktor lingkungan kelas di kelas VII dan VIII. Studi ini menggarisbawahi perlunya mengatasi faktor-faktor demotivasi tertentu dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan pengalaman pendidikan siswa