Poppy Indah Nurmaslimah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INKLUSIVITAS LINGKUNGAN KERJA DAN KONTRIBUSI NILAI-NILAI KEISLAMAN SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI SOSIAL PEKERJA DISABILITAS MUSLIM DI KOTA MEDAN Poppy Indah Nurmaslimah; Aulia Kamal
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 3 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i3.1947

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia, yang berjumlah sekitar 22,5 juta jiwa atau lima persen populasi, masih menghadapi hambatan struktural dan stigma sosial dalam dunia kerja, sementara nilai-nilai keislaman berpotensi menjadi sumber daya adaptif yang belum banyak dikaji secara terintegrasi dengan konteks inklusivitas kerja, khususnya di wilayah multikultural seperti Kota Medan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman inklusivitas lingkungan kerja dan kontribusi nilai-nilai keislaman sebagai strategi adaptasi sosial pekerja muslim disabilitas di Kota Medan. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-fenomenologi terhadap lima informan pekerja muslim disabilitas di sektor ritel, perhotelan, perbankan syariah, dan instansi pemerintahan, melalui wawancara semi terstruktur mendalam dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman inklusif pekerja disabilitas bersifat parsial, di mana penerimaan sosial dari rekan kerja internal relatif baik, sementara aksesibilitas fisik dan pengakuan dari pihak eksternal seperti pelanggan dan masyarakat umum masih terbatas dan diwarnai stigma. Nilai-nilai keislaman seperti sabar, tawakal, amanah, jujur, syukur, dan husnuzan terbukti berfungsi sebagai modal sosial, modal simbolik, dan sumber legitimasi diri yang dikonversi menjadi ketahanan psikologis di tempat kerja. Modal sosial relasional dan modal spiritual keislaman saling memperkuat dalam membentuk strategi adaptasi sosial pekerja disabilitas, sekaligus memperluas aplikasi teori Bourdieu ke ranah spiritualitas dalam masyarakat religius. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya kebijakan inklusivitas kerja yang tidak hanya berorientasi pada aksesibilitas fisik, tetapi juga penguatan budaya kerja suportif dan program pemberdayaan berbasis nilai keagamaan bagi penyandang disabilitas.