Yogaswara Fajar Buwana
Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Overlooked Impact of the Round Table Conference: Indonesian Citizenship among the Javanese-Surinamese Community (1949–1975) Yogaswara Fajar Buwana; Zulkifli Randa
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v10i1.5840

Abstract

This article examines an overlooked consequence of the Round Table Conference: the adoption and later decline of Indonesian citizenship among the Javanese-Surinamese community from 1949 to 1975. In the early post-sovereignty years, many Javanese-Surinamese chose Indonesian nationality because they imagined Indonesia as their ancestral homeland and expected attention from the new state. Using the historical method of topic selection, heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, the study draws on newspapers, sociological works, and related historical literature. The findings show that Indonesia did not ignore the community, as seen in the establishment of its representation in Paramaribo in 1951. However, the Javanese-Surinamese were never a major priority in Indonesia’s early postcolonial agenda. As Indonesian domestic and foreign priorities shifted and Surinamese integration deepened, enthusiasm for Indonesian citizenship steadily weakened.
Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Gotong Royong untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Permukiman di Karang Asam Ilir, Samarinda Salwa Nabila Savitri; Panji Dimas Rudi Samudra; Junita Nur Riska; Nurul Fadhilah Fahimah; Sherlina Octavianti; Cahyo Alfarizki; Muhammad Nur Ashiddiq Bahtiar; Yogaswara Fajar Buwana; Ainuropiq Ainuropiq
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3378

Abstract

Pengelolaan kebersihan lingkungan permukiman memerlukan keterlibatan masyarakat karena masyarakat berperan langsung dalam menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal. Lingkungan sekitar SMA Muhammadiyah 2 Samarinda masih menghadapi permasalahan sampah, keterbatasan fasilitas tempat sampah, serta pembuangan sampah dan limbah domestik ke lingkungan perairan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman. Kegiatan dilaksanakan di wilayah RT 10–12 dan RT 17–20 dengan melibatkan tujuh mahasiswa KKN-PLP dan sekitar 10–15 warga pada setiap kegiatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya keterlibatan masyarakat dalam pembersihan dan pengumpulan sampah serta kerja sama dengan mahasiswa KKN-PLP. Berdasarkan observasi lapangan dan dokumentasi sebelum dan sesudah kegiatan, kondisi lingkungan terlihat lebih bersih dan tertata. Sebagian besar indikator kegiatan tercapai, sedangkan keberlanjutan kegiatan tercapai sebagian karena belum adanya pemantauan kebersihan secara berkala. Kegiatan gotong royong menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan permukiman.