Sukati Sarmin
Program Studi S1 Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Jombang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI ANTENATAL CARE TERPADU IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA DETEKSI RISIKO TINGGI PADA KEHAMILAN DI BPM I.S DESA PODOROTO KABUPATEN JOMBANG Sukati Sarmin; Zeny Fatmawati; Lilis Suryani; Shova Qurrota A’yun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v8i1.20622

Abstract

Pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care penting untuk menjamin agar proses kehamilan dapat berjalan dengan baik dan mendeteksi ibu hamil yang tidak normal sehingga komplikasi yang mungkin terjadi selama masa kehamilan dapat terdeteksi secara dini serta tertangani secara memadai. Pemeriksaan Antenatal Care yang konsisten, teratur, dan berkualitas tinggi selama kehamilan membantu menilai kondisi kesehatan ibu hamil dan bayinya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengedukasi ibu hamil tentang pentingnya Pemeriksaan Antenatal Terpadu (ANC), yang membantu dalam identifikasi dini komplikasi terkait kehamilan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di BPM I.S Desa Podoroto, Kabupaten Jombang, pada tanggal 21 Februari 2025. Pendekatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi dan peningkatan kesadaran tentang layanan Antenatal Care Terpadu sebagai sarana deteksi dini komplikasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan pemantauan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab dengan peserta. Sebanyak 15 ibu hamil hadir dan mengikuti pemeriksaan Antenatal Care terpadu di BPM I.S Desa Podoroto. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan tidak ada ibu hamil yang mengalami kehamilan berisiko tinggi, terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat Pelayanan Antenatal Terpadu dalam mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi, dan tercapainya target cakupan K1 dan K4-K6.