Kesiapsiagaan bencana merupakan hal yang sangat penting, terutama di daerah rawan bencana seperti Kabupaten Klaten. Sekolah-sekolah yang aman bencana (SPAB) memerlukan dukungan yang kuat dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam melaksanakan manajemen bencana. Minimnya kegiatan khusus untuk relawan MDMC dalam kompetensi satuan pendidikan aman bencana menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas mereka. Dengan pelatihan yang tepat, relawan MDMC dapat membantu mengurangi risiko bencana dan memastikan keselamatan siswa dan staf di lingkungan pendidikan.Tujuan Kegiatan PkM adalah untuk meningkatkan kapasitas Relawan dan untuk membentuk komunitas Tangguh bencana dengan membangun jaringan yang kuat antara sekolah, relawan dan masyarakat untuk bersama menghadapi ancaman bencana. Kegiatan peningkatan kapasitas relawan MDMC dan LLHPB dalam manajemen penanggulangan Bencana dan keseimbangan sekolah aman di Kabupaten Klaten dilaksanakan pada 12-13 Mei 2025 yang diikuti oleh 60 orang relawan MDMC dan LLHPB. Pelatihan yang dilaksanakan mencakup materi tentang manajemen risiko bencana, simulasi evakuasi bagi anak sekolah serta strategi membangun jaringan kolaboratif antara sekolah, relawan, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman relawan terhadap prinsip SPAB, serta terbentuknya embrio komunitas tangguh bencana yang terdiri dari berbagai sektor dan siap berperan aktif dalam mitigasi dan respons bencana di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lokal menuju ketahanan bencana yang berkelanjutan.