Amputasi ekstremitas akibat kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan kehilangan fungsi fisik, tetapi juga memengaruhi konsep diri sosial tenaga kerja. Program Jaminan Kecelakaan Kerja Return to Work (JKK RTW) BPJS Ketenagakerjaan berperan dalam mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi pekerja pascaamputasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses interaksi simbolik dalam rekonstruksi konsep diri sosial tenaga kerja peserta Program JKK RTW BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi terhadap enam peserta Program JKK RTW di Kota Pekanbaru yang mengalami amputasi akibat kecelakaan kerja dan telah kembali bekerja selama 6 bulan hingga 2 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan prosedur fenomenologi dengan uji kredibilitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri sosial tenaga kerja pascaamputasi bersifat dinamis. Pengalaman diskriminasi membentuk konsep diri negatif, sedangkan dukungan keluarga, rekan kerja, masyarakat, dan Program JKK RTW memfasilitasi rekonstruksi identitas sosial melalui proses interaksi simbolik. Program RTW berfungsi sebagai social bridge yang memperkuat aspek diri (self), meningkatkan penerimaan sosial, dan mendukung keberhasilan kembali bekerja. Temuan ini memperkaya penerapan Teori Interaksi Simbolik dalam konteks rehabilitasi dan reintegrasi tenaga kerja pascaamputasi serta menegaskan pentingnya penguatan dukungan psikososial dalam Program JKK RTW.