Stimulasi psikososial yang dilakukan ibu kepada anak usia dinidapat dilakukan dengan berbagai Teknik. Memadukan permainan tradisional berupa Yoga kids dan permainan tradisonal engklek menjadi alternatif untuk memacu pertumbuhan Linear anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu dan stimulasi psikosoaial yoga kids dan Engklek terhadap pertumbuhan linear anak prasekolah. Jenis penelitian kuasi eksperimental, dilaksanakan pada 3 PAUD dikabupaten Kendal. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan November 2025. Populasi pada penelitian ini seluruh anak PAUD yang berusia 3 sampai 4 tahun berjumlah 100 anak pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling pemilihan sampel melalui random simple sampling total sampel 80 orang. Variabel independent meliputi pengetahuan ibu, stimulasi yoga kids, stimulasi engklek variabel dependen : pertumbuhan linear anak paud dengan mengukur Tinggi badan. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah kuesioner yang dibagikan ke pada ibu anak paud sebelum dan setelah diberikan penkes, pelatihan yoga kids dan engklek. Data primer berupa hasil kuesioner dan pengukuran tinggi badan, Analisa data dilakukan secara univariat presentase pengetauan ibu, yoga kids, engklek dan tinggi badan anak paud Analisa bivariat menggunakan Chi quare untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan tinggi badan anak, stimulasi psiososal yoga kids dan engklek terhadap pertumbuhan anak paud. Pengetahuan ibu tidak berhubungan signifikan dengan pertambahan tinggi badan anak (OR= 0.86; CI95%= 0.35 hingga 2.11; p= 0.745). Namun, jenis stimulasi memiliki hubungan yang signifikan secara statistik (OR= 6.23; CI95%= 2.38 hingga 16.32; p= 0.001). Stimulasi permainan tradisional Engklek menunjukkan proporsi efektivitas lebih tinggi (73,6%) dibandingkan Yoga Kids (30,9%). Penelitian ini membuktikan bahwa stimulasi psikososial melalui permainan tradisional Engklek dan yoga kids memiliki kontribusi yang lebih besar dalam memacu pertumbuhan fisik anak daripada faktor pengetahuan ibu saja. Implikasi Kebijakan: Konsekuensi dari temuan ini menunjukkan perlunya pergeseran fokus pada kebijakan program kesehatan dan edukasi anak usia dini. Pemangku kebijakan di bidang pendidikan dan kesehatan dasar perlu mereformulasi panduan intervensi tumbuh kembang anak dari yang semula didominasi oleh penyuluhan teori keibuan (kognitif) menjadi kebijakan yang memandatkan penyediaan ruang aktivitas fisik serta pengarusutamaan kembali permainan tradisional berbasis komunitas sebagai bagian dari intervensi formal tumbuh kembang anak. Disarankan bagi pendidik dan orang tua untuk mengoptimal penggunaan alat permainan edukatif yang melibatkan aktivitas fisik untuk mendukung pertumbuhan