Novi Mayasari
a:1:{s:2:"en";s:33:"novimayasari@students.unnes.ac.id";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kemandirian Belajar Mahasiswa dengan GeoGebra di Perguruan Tinggi: Systematic Literature Review Tahun 2019–2025 Novi Mayasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 4 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/snkp.v4i1.4489

Abstract

Kemandirian belajar (self-regulated learning/SRL) merupakan kompetensi kritis mahasiswa di perguruan tinggi abad ke-21. Meskipun sudah banyak penelitian individual yang mengkaji efektivitas GeoGebra dalam konteks pendidikan matematika, belum terdapat sintesis sistematis yang secara khusus merangkum dampak GeoGebra terhadap kemandirian belajar mahasiswa di perguruan tinggi pada rentang waktu 2019–2025. Penelitian ini bertujuan untuk mereview secara sistematis literatur yang mengkaji penggunaan GeoGebra dalam upaya peningkatan kemandirian belajar mahasiswa di perguruan tinggi pada rentang tahun 2019–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, Google Scholar, ERIC, dan SINTA menggunakan kombinasi kata kunci terstruktur. Proses seleksi artikel berjalan melalui empat tahap PRISMA: identifikasi (215 artikel dari 4 basis data), skrining judul dan abstrak (178 artikel unik → 67 artikel relevan), penilaian kelayakan teks lengkap (31 artikel), dan inklusi final setelah penilaian kualitas metodologis (20 artikel).  Hasil analisis menunjukkan: (1) GeoGebra secara konsisten efektif meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa, khususnya pada dimensi self-efficacy matematis (75% artikel), regulasi kognitif (65%), dan motivasi intrinsik (60%); (2) integrasi dengan Problem Based Learning (PBL), inkuiri terbimbing, dan flipped classroom menghasilkan dampak paling optimal; (3) kalkulus, geometri, dan aljabar linier mendominasi topik penelitian; (4) effect size dilaporkan berkisar dari sedang (d = 0,50–0,79) hingga besar (d ≥ 0,80); serta (5) tantangan utama mencakup kompetensi digital dosen dan keterbatasan infrastruktur teknologi. GeoGebra terbukti efektif meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa perguruan tinggi, terutama pada dimensi self-efficacy matematis, regulasi kognitif, dan motivasi intrinsik, khususnya ketika diintegrasikan dengan model pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa seperti PBL dan inkuiri terbimbing. Implikasi praktis mencakup pentingnya merancang aktivitas GeoGebra yang menempatkan mahasiswa sebagai agen belajar aktif dan perlunya pelatihan GeoGebra sistematis bagi dosen.