Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Narrative Literature Review: Efektivitas Blowing Therapy terhadap Status Respirasi Anak dengan Pneumonia: Narrative Literature Review: The Effectiveness of Blowing Therapy on the Respiratory Status of Children with Pneumonia Riza Fitri; Nyimas Heny Purwati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.472

Abstract

Pendahuluan: Pneumonia adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak di dunia, terutama pada anak-anak dan kelompok usia prasekolah. Peradangan pada parenkim paru-paru menyebabkan peningkatan produksi sekresi, gangguan ventilasi, dan penurunan pertukaran gas. Anak-anak dengan pneumonia sering menunjukkan gejala takipnea, penyempitan dinding dada, penggunaan otot pernapasan, dan penurunan saturasi oksigen, yang dapat berkembang menjadi hipoksia dan gagal napas jika tidak ditangani dengan benar. Tujuan penelitian ini menganalisis dan menggabungkan bukti tentang efektivitas blowing therapy pada status pernapasan anak dengan pneumonia.    Metode: Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature Review (NLR) dengan mencari referensi di database Google Scholar, PubMed, dan ProQuest dengan kata kunci " blowing therapy" atau "terapi meniup", "pneumonia", "anak", dan "status pernapasan". Artikel yang digunakan terbatas pada publikasi dari tahun 2015-2025. Hasil: 7 dari 85 artikel yang diidentifikasi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis dalam penelitian ini. Semua penelitian menunjukkan bahwa terapi meniup efektif dalam mengurangi laju pernapasan ketika rentang pernapasan berkurang  hingga 12 kali per menit, meningkatkan saturasi oksigen (SpO₂) antara 0,55% dan 5%, mengurangi suara pernapasan lainnya (ronkhi), meningkatkan efisiensi batuk, dan memperbaiki pola pernapasan pada anak dengan pneumonia. Bentuk intervensi antara lain latihan meniup balon, meniup kupu-kupu kertas, meniup membuat gelembung, dan permainan pernapasan bibir (PLB). Kesimpulan: Blowing therapy adalah intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, sederhana, dan hemat biaya yang membantu memperbaiki kondisi pernapasan pada anak-anak dengan pneumonia. Pendekatan berbasis permainan untuk terapi meniup meningkatkan kenyamanan dan kerja sama anak selama perawatan. Intervensi ini berpotensi digunakan sebagai terapi tambahan dalam praktik keperawatan anak akut dan kritis berdasarkan praktik berbasis bukti.
Scoping Review : Pemanfaatan Aplikasi Kesehatan Mhealth sebagai Intervensi Keperawatan pada Anak DM Tipe 1: Scoping Review: Utilization of mHealth Applications as a Nursing Intervention for Children with Type 1 Diabetes Mellitus Riza Fitri; Anita Apriliawati1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.495

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 1 (DMT1) adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang meningkat pada anak-anak dan remaja, yang membutuhkan manajemen seumur hidup yang kompleks. Kemajuan teknologi digital membuka peluang baru melalui intervensi keperawatan melalui aplikasi kesehatan seluler (mHealth), penceritaan digital, dan pemantauan jarak jauh. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan meringkas bukti ilmiah aplikasi digital sebagai intervensi keperawatan untuk anak-anak dengan DMT1. Metode: Studi literatur berbasis scoping review. Pencarian literatur dari periode tahun 2016 hingga 2026 di database PubMed, ProQuest, dan Google Scholar. Kriteria inklusi termasuk studi asli menggunakan intervensi mHealth, penceritaan digital, atau pemantauan jarak jauh yang menargetkan anak-anak DMT1 berusia 0 hingga 18 tahun. Hasil: Sebanyak 12 penelitian memenuhi kriteria inklusi. Intervensi mHealth (Euglika, diabetes: M, Activated-1) menunjukkan penurunan HbA1c yang signifikan (dari 8,25% menjadi 7,2%, p<0,05), dengan kisaran meningkat hingga 68%. Penceritaan digital secara signifikan meningkatkan skor manajemen diri (p=0,005) meskipun tidak ada perubahan pada HbA1c selama periode tiga bulan. Rata-rata HbA1c untuk pemantauan jarak jauh pada program 4T mencapai 6,58%. Tingkat kegunaan aplikasi cukup tinggi (skor uMARS 4.33/5; Mauk 5:82/7). Kesimpulan: Intervensi berbasis teknologi/aplikasi digital efektif dalam meningkatkan kontrol glukosa darah dan manajemen diri pada anak-anak dengan DMT1.