Diabetes melitus yang tidak terkontrol secara optimal dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan insulin. Berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara dengan tenaga kesehatan pada tahun 2023, diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling sehingga diperoleh 55 responden. Variabel independen adalah tingkat stres, sedangkan variabel dependen adalah kadar glukosa darah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS 42). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2026. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres dalam kategori sedang, serta mayoritas memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai probabilitas (p = 0,001) < (α = 0,05), sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri.