Ikhlas Hariadi
International Open University, Gambia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Depresi, Kecemasan, dan Stres Mahasiswa Profesi Psikolog Umum yang Menjalankan Puasa Arafah Ikhlas Hariadi; Evi Afifah Hurriyati
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2656

Abstract

Masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan stres merupakan tantangan umum yang dihadapi mahasiswa, termasuk mahasiswa profesi psikologi. Salah satu pendekatan yang berpotensi mendukung pemulihan kondisi tersebut adalah coping religius, seperti praktik puasa Arafah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan tingkat depresi, kecemasan, dan stres antara mahasiswa yang menjalankan puasa Arafah dan yang tidak. Metode yang digunakan adalah desain campuran (mixed method) dengan pendekatan eksplanatori sekuensial. Data kuantitatif dikumpulkan terlebih dahulu melalui desain kuantitatif-komparatif, kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif-fenomenologis melalui wawancara mendalam. Observasi dan studi dokumen. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara kedua kelompok dalam ketiga variabel, didukung oleh efektivitas sedang hingga sangat besar berdasarkan nilai Cohen’s d. Data kualitatif mendukung hasil ini, di mana partisipan yang menjalankan puasa Arafah menunjukkan kondisi psikologis yang lebih stabil, memiliki makna hidup yang kuat, serta mampu mengelola tekanan secara lebih adaptif. Sebaliknya, partisipan yang tidak berpuasa menunjukkan tingkat gangguan psikologis yang lebih berat. Temuan ini mengindikasikan bahwa puasa Arafah dapat berfungsi sebagai faktor protektif yang melibatkan aspek spiritual dan psikologis, seperti peningkatan kesadaran diri dan keterhubungan religius. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan intervensi psikologis berbasis keagamaan, terutama bagi kelompok mahasiswa yang rentan terhadap tekanan akademik dan emosional.