Maharani Tyas Budi Hapsari
UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Dukungan Sosial dan Religiusitas terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Karang Taruna Muhammad Alfan Fadhli; Maharani Tyas Budi Hapsari
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/psychoaksara.v4i2.2744

Abstract

Remaja yang terlibat dalam organisasi sosial berada pada persimpangan antara tuntutan sosial yang semakin kompleks dan kebutuhan akan kesejahteraan psikologis yang optimal. Keterlibatan dalam organisasi sosial menuntut kemampuan adaptasi, relasi interpersonal yang sehat, serta pengelolaan tekanan psikologis secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh dukungan sosial dan religiusitas terhadap kesejahteraan psikologis remaja yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi melalui analisis regresi berganda. Partisipan penelitian berjumlah 130 remaja berusia 15–24 tahun yang dipilih menggunakan teknik criterion sampling, dengan kriteria remaja berusia 15-24 tahun, aktif dalam kegiatan Karang Taruna dan beragama Islam. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala kesejahteraan psikologis, dukungan sosial, dan religiusitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan sosial dan religiusitas berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis remaja (p < 0,05), baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,894 menunjukkan bahwa dukungan sosial dan religiusitas secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 89,4% terhadap kesejahteraan psikologis. Analisis regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan religiusitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesejahteraan psikologis remaja terbentuk melalui interaksi antara faktor eksternal berupa relasi sosial yang suportif dan faktor internal berupa religiusitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan dukungan sosial serta internalisasi nilai-nilai religius perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja berbasis komunitas.