Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan pada lansia yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, terutama daya ingat, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk meningkatkan fungsi kognitif adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan kognitif lansia yang mengalami gangguan memori dengan diagnosa medis demensia sebelum dan setelah penerapan terapi bermain puzzle di Panti Jompo Tresna Werdha Kabupaten Kediri.Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan gerontik. Subjek penelitian adalah lansia dengan diagnosa medis demensia yang mengalami masalah keperawatan gangguan memori dan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk menilai kemampuan kognitif lansia. Terapi bermain puzzle diberikan secara terstruktur sesuai dengan rencana asuhan keperawatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif lansia sebelum diberikan terapi bermain puzzle berada pada kategori gangguan kognitif. Setelah dilakukan penerapan terapi bermain puzzle, terjadi peningkatan skor MMSE yang menunjukkan adanya perbaikan fungsi kognitif, khususnya pada aspek memori dan perhatian.Dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia dengan demensia. Rekomendasi penelitian ini adalah agar terapi bermain puzzle dapat diterapkan secara rutin sebagai bagian dari intervensi keperawatan gerontik di panti jompo serta dikembangkan melalui penelitian lanjutan dengan jumlah subjek dan desain penelitian yang lebih luas.