Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memiliki dampak panjang diiasa yang akan datang. Stunting tidak dapat perbaiki namun dapat dicegah sejak seorang wanita berusia remaja hingga mempersiapkan kehamilan. Salah satu faktor penyebab stunting adalah anemia yang dialami saat remaja maupun di asa kehamilan. Sehingga perlu dilakukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai anemia dan stunting pada remaja putri sebagai calon ibu untuk mencegah stunting pada anak yang akan dilahirkan. Metode dalam pengabdian ini berupa edukasi kesehatan, pelatihan screening anemia, pembuatan kelompok Rasti dan pojok screening. Edukasi kesehatan yang diberikan dengan tema anemia, stunting dan gizi pada usia remaja. Kelompok yang dibentuk guna diberikan pelatihan melakukan screening anemia. Pojok screening merupakan tempat yang disediakan bagi kelompok Rasti guna memberikan edukasi dan melakukan screening bagi teman sebaya yang dilengkapi dengan meja, kursi, rak buku beserta buku bacaan dan alat-alat kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di aula ruang teater SMAN 1 Wawotobi pada tanggal 5-6 Agustus 2025. Dengan jumlah peserta sebanyak 80 siswi. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan screening anemia pada peserta kegiatan. Peningkatan pengetahuan kurang tentang anemia dari 64 siswi (80%) menjadi 22 (27.5%), sedangkan pengetahuan baik meningkat dari 16 siswi (20%) menjadi 58 (72.5%). Peningkatan pengetahuan kurang tentang stunting dari 59 siswi (73.8%) menjadi 12 siswi (15%), sedangkan pengetahuan baik dari 21 siswi (26.2%) menjadi 68 siswi (85%). Peningkatan berupa keterampilan screening pada 20 siswi kelompok Rasti yang telah dapat melakukan screening anemia pada 80 siswi di SMAN 1 wawotobi.