Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN ELEMEN ARSITEKTUR SEBAGAI PEMBENTUK SAKRAL PADA MASJID RAYA AL JABBAR PROVINSI JAWA BARAT Lusiana Armi; Tendy Y Ramadin
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2026.v16i1.007

Abstract

Masjid Al-Jabbar merupakan salah satu masjid kontemporer yang memiliki desain arsitektur yang berbeda dari masjid pada umumnya yang kerap mengutamakan kubah. Keunikan bentuknya yang monumental ini menjadikan Masjid Al-Jabbar sebagai daya tarik tersendiri sehingga banyak pengunjung yang tertarik untuk melihat dan mengunjungi secara langsung. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata religi dan pusat edukasi.  Namun, sebagai masjid yang utamanya sebagai tempat ibadah, perlu diteliti apakah Masjid Al-Jabbar masih mempertahankan elemen-elemen arsitektur yang menciptakan nuansa sakral sebagai pendukung ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen arsitektur yang menciptakan nuansa sakral pada bagian eksterior dan interior Masjid Raya Al Jabbar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis elemen arsitektur seperti gate , path , dan place pada eksterior; serta portal , aisle , dan place pada interior. Hasil observasi menunjukkan bahwa perjalanan spiritual jamaah dimulai dari eksterior yang mencakup gerbang sebagai simbol pemisah antara dunia luar dan ruang sakral. Jalur koridor kemudian mengarahkan jamaah menuju ruang utama ibadah. Elemen dominan pada eksterior adalah bentuk segitiga vertikal repetitif yang mengarah ke langit bermakna simbolis sebagai penunjuk Sang Ilahi. Pada interior, portal utama menjadi penanda transisi ke area lebih sakral dari eksterior, jalur (aisle) menjadi area ibadah sholat yang mengarah ke kiblat, dan mihrab sebagai tempat imam memimpin sholat didesain secara khusus dengan warna coklat kontras dan hiasan kaligrafi emas. Lafaz “Allah” pada langit-langit memberikan kesan bahwa Allah Maha Tinggi, sementara mihrab menjadi titik fokus paling sakral. Keseluruhan elemen ini dirancang untuk menciptakan transisi bertahap dari ruang profan di luar menuju ruang sakral di dalam, memperkuat pengalaman spiritual dan koneksi jamaah dengan Tuhan.