Rizzal Selviyana Suhardi
Master of Hospital Administration Study Programme, Faculty of Health Sciences, University Pelita Harapan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Budaya Keselamatan Pasien (Studi Pada Beberapa Fasilitas Pelayanan Kesehatan Swasta Di Madiun) Rizzal Selviyana Suhardi; Dewi Sri Surya Wusian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.26222

Abstract

ABSTRACT Patient safety is a top priority in healthcare, yet Patient Safety Incidents (PSIs) remain a significant problem in several private healthcare facilities in Madiun. The low reporting of patient safety incidents indicates weaknesses in the implementation of patient safety culture. This study aims to analyse the influence of professional commitment, organizational learning, transformational leadership style, meaningful recognition, and working environment on patient safety culture. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample involved 160 nurses at Klinik Dokter Indah Madiun, Klinik Inka Madiun, Klinik Mediska, Klinik Telkom, Klinik Bakti Husada, Klinik Bakti Rahayu, Klinik Rejoagung, selected through the total sampling method. Data collection was conducted using a Likert scale-based questionnaire, while data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that the five independent variables had a positive and significant relationship with patient safety culture. Among these variables, transformational leadership style and professional commitment had the greatest influence. In addition, the working environment was shown to play a role in increasing the reporting of patient safety incidents. In conclusion, patient safety culture can be improved through strengthening professional commitment, organizational learning, transformational leadership style, meaningful recognition, and creating a conducive work environment. This study provides recommendations for clinic managers to improve patient safety strategies and improve the quality of health services through the development of programmes that focus on these factors. Keywords : patient safety, patient safety culture, transformational leadership, profesional commitment  ABSTRAK Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, namun Insiden Keselamatan Pasien (IKP) masih menjadi permasalahan yang signifikan di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan swasta di Madiun. Rendahnya pelaporan insiden keselamatan pasien menunjukkan adanya kelemahan dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen profesional, pembelajaran organisasi, gaya kepemimpinan transformasional, pengakuan yang bermakna, dan lingkungan kerja terhadap budaya keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian melibatkan 160 perawat di Klinik Dokter Indah Madiun, Klinik Inka Madiun, Klinik Mediska, Klinik Telkom, Klinik Bakti Husada, Klinik Bakti Rahayu, dan Klinik Rejoagung yang dipilih menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima variabel independen memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap budaya keselamatan pasien. Di antara variabel tersebut, gaya kepemimpinan transformasional dan komitmen profesional memiliki pengaruh paling besar. Selain itu, lingkungan kerja terbukti berperan dalam meningkatkan pelaporan insiden keselamatan pasien. Dengan demikian, budaya keselamatan pasien dapat ditingkatkan melalui penguatan komitmen profesional, pembelajaran organisasi, gaya kepemimpinan transformasional, pengakuan yang bermakna, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengelola klinik untuk meningkatkan strategi keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan melalui pengembangan program yang berfokus pada faktor-faktor tersebut. Kata kunci: keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien, kepemimpinan transformasional, komitmen profesional