M Irhas Said
STIKes Abdi Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Relaksasi Napas dalam Terhadap Kecemasan pada Pasien Pra Operasi Open Reduction & Internal Fixation dengan Fraktur Ekstermitas Bawah Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau M Irhas Said; Alfunanto Dlifa Puji Darma; Sahrudi Sahrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.19975

Abstract

ABSTRACT The 2022 WHO report noted that there are 440 million people with fractures globally. Fractures, often caused by excessive pressure, interfere with daily mobility. SKI 2023 data shows that in Indonesia, 50.6% of the population ≥1 year use walking aids, 25.5% due to accidents causing walking disabilities of 0.4%, which lasts at least six months according to Law No. 8 of 2016. Objective: To determine and analyze the Effectiveness of Deep Breathing Relaxation on Anxiety in Preoperative Open Reduction Internal Fixation Patients with Lower Extremity Fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital. To determine and analyze the Effectiveness of Deep Breathing Relaxation on Anxiety in Preoperative Open Reduction Internal Fixation Patients with Lower Extremity Fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital. This study used a quasi-experimental method with a pre-test post-test design in one group at Mary Cileungsi Hijau Hospital, Bogor, from November 2024 to January 2025. The population of this study was 40 patients selected through total sampling. There is an effect between deep breathing relaxation on anxiety in preoperative Open Reduction Internal Fixation patients with lower extremity fractures at Mary Cileungsi Hijau Hospital with a P-Value of 0.000. The majority of patients undergoing Open Reduction Internal Fixation surgery for lower extremity fractures are young to middle-aged adult males, covering 75% of the total patients. Deep breathing relaxation techniques have been shown to significantly reduce anxiety, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference in anxiety scores before and after the intervention. Keywords: Deep Breathing Relaxation, Anxiety, Preoperative Open Reduction, Internal Fixation, Extremity Fractures.  ABSTRAK Laporan WHO 2022 mencatat ada 440 juta orang dengan fraktur global. Fraktur, sering disebabkan oleh tekanan berlebih, mengganggu mobilitas sehari-hari. Data SKI 2023 menunjukkan di Indonesia, 50,6% penduduk ≥1 tahun menggunakan alat bantu berjalan, 25,5% akibat kecelakaan yang menyebabkan disabilitas berjalan sebesar 0,4%, yang berlangsung minimal enam bulan sesuai UU No. 8 Tahun 2016. Mengetahui dan menganalisis Efektivitas Relaksasi Napas Dalam Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Open Reduction Internal Fixation dengan Fraktur Ekstermitas Bawah Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pre-test post-test pada satu kelompok di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau, Bogor, dari November 2024 hingga Januari 2025. Populasi penelitian ini adalah 40 pasien yang dipilih melalui total sampling. Terdapat pengaruh antara relaksasi napas dalam terhadap kecemasan pada pasien pra operasi Open Reduction Internal Fixation dengan fraktur ekstermitas bawah di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau dengan P-Value 0.000. Mayoritas pasien operasi Open Reduction Internal Fixation untuk fraktur ekstremitas bawah adalah laki-laki dewasa muda hingga paruh baya, mencakup 75% dari total pasien. Teknik relaksasi napas dalam terbukti secara signifikan menurunkan kecemasan, dengan p-value 0.000, yang menunjukkan perbedaan besar dalam skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Kata Kunci: Relaksasi Napas Dalam, Kecemasan, Pra Operasi Open Reduction, Internal Fixation, Fraktur Ekstermitas.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kecemasan, Nyeri, dan Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Operasi Open Reduksi Internal Fiksasi (ORIF) M Irhas Said; Penda Metalia; Muhamad Gilang Ramadhan; Nandana Arya Satya Aliman; Sahrudi Sahrudi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.19969

Abstract

ABSTRACT Fracture is a bone condition where there is a break in bone continuity due to trauma, which can cause swelling and damage to blood vessels (Wijonarko Jaya Putra, 2023). According to data obtained from the Indonesian Health Survey (SKI), the incidence of fractures in West Java province in 2023 was 0.8%, this is more common than the average number of fractures in all provinces in Indonesia with a value of 0.7%. The incidence of lower extremity fractures can cause patients to have to be hospitalized to get proper treatment. In addition, lower extremity fractures also cause patients to have difficulty in mobilizing and being less independent due to their condition, and more fatally if fracture treatment is not handled properly it can cause death. (Hadi Stefanus Lukas, 2024). To determine the factors that influence anxiety, pain, and early mobilization in patients after open reduction internal fixation (ORIF) surgery. This study uses a quantitative method because this type of research does not require a long time to collect and reveal data, the research design used is Retrospective, namely research conducted in the past that has been experienced. This study is Data analysis was carried out using the Retrospective test. Univariate results show that there is a relationship between the Level of Knowledge and the Level of Anxiety with a p value = 0.000, the Level of Anxiety and the Level of Pain with a p value = 0.001, and Family Support for Early Mobilization in Post-Operative Patients Open Reduction Internal Fixation (ORIF) with a p value = 0.001. There is a relationship between the Level of Knowledge to the Level of Anxiety, the Level of Anxiety to the Level of Pain, and Family Support to Early Mobilization. Keywords: Fracture, Anxiety, Pain, Early Mobilization.  ABSTRAK Fraktur ialah keadaan tulang dimana terdapat pemutusan kontinuitas tulang akibat trauma, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan kerusakan pada pembuluh darah (Wijonarko Jaya Putra, 2023). Menurut data yang di dapat dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI), kejadian fraktur di provinsi jawa barat pada tahun 2023 adalah sebanyak 0,8%, ini lebih banyak terjadi dibandingkan dengan jumlah rata-rata kejadian fraktur di seluruh provinsi di Indonesia dengan nilai 0,7%. Kejadian fraktur ekstremitas bawah bisa menyebabkan pasien harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu fraktur ekstremitas bawah juga menyebabkan pasien mengalami kesulitan dalam mobilisasi dan ketidakmandirian karena kondisinya, dan lebih fatalnya jika penanganan fraktur tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kematian.(Hadi Stefanus Lukas, 2024). Untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan, nyeri, dan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi open reduksi internal fiksasi (orif). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dikarenakan jenis penelitian ini tidak membutuhkan waktu yang lama guna menarik serta mengungkapkan data, Desain penelitian yang digunakan adalah Retrosprectif yaitu penelitian yang dilakukan pada masa lampau yang pernah dialami. Penelitian ini adalah Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square dan  uji gamma. Hasil univariat menunjukan ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Terhadap Tingkat Kecemasan dengan nilai p value= 0.000, Tingkat Kecemasan Terhadap Tingkat Nyeri dengan nilai p value= 0.001, dan Dukungan Keluarga Terhadap Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Operasi Open Reduksi Internal Fiksasi (ORIF)  dengan nilai p value= 0.001. Ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Terhadap Tingkat Kecemasan, Tingkat Kecemasan Terhadap Tingkat Nyeri, dan Dukungan Keluarga Terhadap Mobilisasi Dini. Kata Kunci:  Fraktur, Kecemasan, Nyeri, Mobilisasi Dini.