Hartini Hartini
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Maternity Corset Mechanical Pressure pada Titik Bl 23, Gv 3 dan Gv 4 Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Semowo Hartini Hartini; Dina Indrati D. S; Mardiyono Mardiyono
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20170

Abstract

ABSTRACT Discomfort in pregnant women such as back pain is one of the conditions that can cause anxiety in pregnant women. One of the efforts in handling pain and anxiety is by developing a Maternity Corset Mechanical Pressure device at points BL 23, GV 3 and GV 4 which can help reduce pain and anxiety levels. To determine the effect of using a Maternity Corset Mechanical Pressure at points BL 23, GV 3 and GV 4 on reducing back pain and anxiety levels in pregnant women in the third trimester. Quasi-experimental study with pretest and posttest with control group design. The study population was pregnant women in the third trimester with back pain at the Semowo Health Center, Semarang Regency. The population was all pregnant women in the third trimester with back pain with a sample size of 42. The intervention was carried out once a day with a duration of 5 minutes for 7 days. Bivariate analysis using Wilcoxon. There is an effect of using Maternity Corset Mechanical Pressure at BL 23, GV 3 and GV 4 points on reducing back pain levels (p=0.001) and anxiety (p=0.041). Maternity Corset Mechanical Pressure at BL 23, GV 3 and GV 4 points affects the reduction in back pain and anxiety levels of pregnant women in the third trimester. Keywords: Pregnant Women, Maternity Corset Mechanical Pressure, Back Pain, Anxiety.  ABSTRAK Ketidaknyamanan pada ibu hamil seperti nyeri punggung ialah salah satu kondisi yang dapat memberikan kecemasan pada ibu hamil. Salah satu upaya dalam penanganan nyeri dan kecemasan yaitu dengan mengembangkan alatMaternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 yang dapat membantu menurunkan tingkat nyeri dan kecemasan. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Maternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 terhadap penurunan tingkat nyeri punggung dan kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian Quasi experimental dengan pretest and posttest with control group design. Populasi studi ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung di Puskesmas Semowo Kabupaten Semarang. Jumlah populasi yaitu seluruh ibu ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung dengan jumlah sampel 42. Intervensi dilakukan  1 kali sehari  dengan durasi 5 menit selama 7 hari. Analisis Bivariate menggunakan Wilcoxon. Terdapat pengaruh penggunaan Maternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 terhadap penurunan tingkat nyeri punggung (p=0.001) dan kecemasan (p=0.041). Maternity Corset Mechanical Pressure pada titik BL 23, GV 3 dan GV 4 mempengaruhi penurunan tingkat nyeri punggung dan kecemasan ibu hamil trimester III. Kata Kunci: Ibu Hamil, Maternity Corset Mechanical Pressure, Nyeri Punggung, Kecemasan.
Hubungan Antara Peran Kader dan Kunjungan Lansia Ke Posyandu Dalam Pengendalian Hipertensi Hartini Hartini; Menap Menap; Akhmad Fathoni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.20321

Abstract

ABSTRACT A significant difficulty for health services is the senior population's rapid expansion, which leads to a variety of health issues because of changes in the physical, mental, spiritual, and economic spheres. Degenerative disorders include hypertension, pneumonia, congestive heart failure, chronic obstructive lung disease, osteoarthritis, urinary tract infections, and diabetes mellitus can arise as a result of physical changes. The study aims to determine the relationship between hypertension control, posyandu cadre function, elderly family support, and elderly travel to posyandu. This type of research uses path analysis using smartPLS 2025 and is quantitative. 1. The significance value of 0.040 0.05 indicates that there is a relationship between the role of posyandu cadres and elderly family support, 2. The significance value of 0.014 0.05 indicates that there is a relationship between the role of cadres and elderly visits to posyandu.  3. The sig value of 0.016 0.05 indicates that there is a relationship between family support and elderly visits to the posyandu; 4. The sig value of 0.004 0.05 indicates that there is a relationship between the role of cadres and hypertension control; 5. The sig value of 0.005 0.05 indicates that there is a relationship between family support and hypertension control; and 6. The sig value of 0.000 0.05 indicates that there is a relationship between elderly visits to the posyandu and hypertension control. Thus, it can be said that each hypothesis produces significant results. Keywords: Role of Cadres, Family Support, Elderly Visits, Hypertension Control.  ABSTRAK Kesulitan yang signifikan bagi pelayanan kesehatan adalah pertambahan populasi lansia yang cepat, yang menimbulkan berbagai masalah kesehatan karena perubahan fisik, mental, spiritual, dan ekonomi. Gangguan degeneratif seperti hipertensi, pneumonia, gagal jantung kongestif, penyakit paru obstruktif kronik, osteoartritis, infeksi saluran kemih, dan diabetes mellitus dapat timbul sebagai akibat dari perubahan fisik. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengendalian hipertensi, fungsi kader posyandu, dukungan keluarga lansia, dan perjalanan lansia ke posyandu. Jenis penelitian menggunakan analisis jalur dengan menggunakan smartPLS 2025 dan bersifat kuantitatif. 1. Nilai signifikansi 0,040 0,05 menunjukkan terdapat hubungan peran kader posyandu dengan dukungan keluarga lansia, 2. Nilai signifikansi 0,014 0,05 menunjukkan terdapat hubungan peran kader dengan kunjungan lansia ke posyandu.  3. Nilai sig 0,016 0,05 menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia ke posyandu; 4. Nilai sig 0,004 0,05 menunjukkan adanya hubungan peran kader dengan pengendalian hipertensi; 5. Nilai sig 0,005 0,05 menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan pengendalian hipertensi; dan 6. Nilai sig 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan kunjungan lansia ke posyandu dengan pengendalian hipertensi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa setiap hipotesis menghasilkan hasil yang signifikan. Kata Kunci: Peran Kader, Dukungan Keluarga, Kunjungan Lansia, Pengendalian Hipertensi.