Diani Sri Hidayati
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh, dan Tingkat Stres, dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di SMAN 1 Praya Made Bagus Arya Surya Ananta; Iing Iing; Diani Sri Hidayati; Adib Ahmad Shammakh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18924

Abstract

ABSTRACT Menstruation is a periodic process of blood discharge from the vagina originating from the uterine lining. Issues related to the menstrual cycle are often overlooked but remain a serious concern, especially among women of reproductive age, including adolescents. The purpose of this study is to highlight the importance of maintaining reproductive health among adolescent girls by focusing on physical activity, body mass index (BMI), and stress levels. This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. A questionnaire was used as the research instrument, with a total population of 854 individuals and a sample size of 99 participants selected using multistage random sampling techniques. Two sampling methods were applied in this study: proportionate stratified random sampling, followed by simple random sampling. The results of the study, analyzed using the Chi-Square test, revealed a significant relationship between physical activity and the menstrual cycle, with a p-value of 0.029 (p-value 0.05). Significant relationship was found between BMI and the menstrual cycle, with a p-value of 0.039 (p-value 0.05). Additionally, a significant relationship was observed between stress levels and the menstrual cycle, with a p-value of 0.001 (p-value 0.05). In conclusion, there is a relationship between physical activity, BMI, and stress levels with the menstrual cycle among adolescent girls at SMAN 1 Praya. Keywords : Menstrual cycle, Physical Activity, Body Mass Index (BMI), Stress Levels  ABSTRAK Menstruasi merupakan proses pengeluaran darah dari vagina yang berasal dari dinding rahim secara periodik. Masalah mengenai siklus menstruasi seringkali terabaikan namun tetap menjadi suatu hal yang serius, khususnya bagi kalangan usia subur, termasuk remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pentingnya menjaga kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri dengan lebih memperhatikan dari aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan tingkat stres. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian menggunakan kuesioner dengan jumlah populasi sebanyak 854 orang dan jumlah sampel sebanyak 99 orang dengan menggunakan teknik pemilihan sampel multistage random sampling. Pada penelitian ini, digunakan dua jenis pengambilan sampel yaitu proportionate stratified random sampling dan dilanjutkan dengan simple random sampling. Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,029 (p-value 0,05) dan terdapat hubungan antara IMT dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,039 (p-value 0,05) serta terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,001 (p-value 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik, IMT, dan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMAN 1 Praya. Kata kunci: Siklus menstruasi, Aktivitas Fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT), Tingkat Stres
Peran Pemberian Mpasi Dini, Pengetahuan Ibu, dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 3 – 60 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada Ni Putu Ulan Sintya Dewi; Lalu Irawan Surasmaji; Diani Sri Hidayati; Deny Sutrisna Wiatma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18842

Abstract

ABSTRACT Diarrhea is a cause of death in children under 5 years of age. Diarrhea is a potential Extraordinary Event (KLB) disease. Untreated diarrhea can cause dehydration and death. The high mortality rate due to diarrhea can be influenced by the provision of early complementary feeding, maternal knowledge, and personal hygiene. These risk factors can affect the child's digestive system and immunity because they are not yet fully formed. The aim was to determine the relationship between the provision of early complementary feeding, maternal knowledge, and personal hygiene with the incidence of diarrhea in children aged 3-60 months in the Narmada Health Center work area. Quantitative research with an observational approach using a cross-sectional design. The sampling technique used simple random sampling. The study was conducted in the Narmada Health Center work area, West Lombok in September 2024. The research sample was 84 respondents. The data obtained were analyzed using the Chi-square test with a significance value of p 0.05. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the provision of early MPASI and diarrhea with a p-value of 0.003, there was a significant relationship between maternal knowledge and diarrhea with a p-value of 0.004 and there was a significant relationship between personal hygiene and diarrhea with a p-value of 0.009. There was a significant relationship between the provision of early MPASI and the incidence of diarrhea, there was a significant relationship between maternal knowledge and the incidence of diarrhea, and there was a significant relationship between personal hygiene and the incidence of diarrhea in children aged 3-60 months in the Narmada Health Center work area. Keywords: Diarrhea, Early MPASI, Maternal Knowledge, Personal Hygiene  ABSTRAK Diare merupakan penyebab kematian pada anak kurang dari 5 tahun. Diare termasuk penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB). Diare yang tidak ditangani dapat menyebabkan dehidrasi hingga kematian. Tingginya angka kematian akibat diare dapat dipengaruhi oleh pemberian MPASI dini, pengetahuan ibu, dan personal hygiene. Faktor risiko tersebut dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan imunitas anak karena belum terbentuk dengan sempurna. Tujuan untuk mengetahui hubungan pemberian MPASI dini, pengetahuan ibu, dan personal hygiene dengan kejadian diare pada anak usia  3 – 60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Narmada, Lombok Barat pada bulan September 2024. Sampel penelitian sebanyak 84 responden. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-square dengan nilai signifikasi p 0.05. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan signifikan pemberian MPASI dini dengan diare dengan p-value 0,003, ada hubungan signifikan pengetahuan ibu dengan diare  dengan p-value 0,004  dan ada hubungan signifikan personal hygiee  dengan diare  dengan p-value 0,009. Terdapat hubungan signifikan pemberian MPASI dini dengan kejadian diare, terdapat hubungan signifikan pengetahuan ibu dengan kejadian diare, dan terdapat hubungan signifikan personal hygiene dengan kejadian diare  pada anak usia 3 – 60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Narmada.  Kata Kunci: Diare, MPASI Dini, Pengetahuan Ibu, Personal Hygiene