ABSTRACT Nomophobia (no mobile phone phobia), is an anxiety disorder as well as fear that arises when a person cannot use his or her Smartphone. Based on the DSM IV guidelines, nomophobia belongs to a specific category of phobias characterized by a significant and exaggerated anxiety response to specific situations. The term "nomophobia" was originally coined in a 2008 British postal service study revealing that 53% of ± 2000 participants (58% male and 47% female) suffered from nomophobia. In recent years, nomophobia has become a global health problem with high prevalence. The study involving 47,399 participants from 20 countries reported that about 20% of individuals experienced mild nomophobia, 50% experienced moderate nomophobia, and 20% experienced severe nomophobia, with a higher prevalence in college students and young adults, while the overall prevalence of nomophobia globally was reported to be 94%. This study aims to find out about nomophobia and its measurement methods. This study is a systematic review that is analyzed based on PRISMA flowchart to determine the inclusion study. This study uses inclusion criteria such as the study is available in full-text published in the last 5 years and is fully accessible and the study must be an original article. Studies written in languages other than Indonesian or English as well as literature review studies were excluded in this study. This study included 6 studies as eligible studies analyzed. This study shows that the NMP-Q questionnaire is used to analyze nomophobia and nomophobia conditions can cause anxiety, stress, phubbing behavior, intensive use of gadgets in a person. Nomophobia behavior can be measured using the NMP-Q questionnaire and can affect quality of life and daily activities. Keywords: Anxiety, DSM IV Guidlines, NMP-Q Questionnaire, Nomophobia, Smartphone ABSTRAK Nomophobia (no mobile phone phobia), adalah gangguan kecemasan sekaligus rasa takut yang timbul saat seseorang tidak dapat menggunakan gawainya. Berdasarkan pada panduan DSM IV, nomophobia termasuk kategori spesifik fobia ditandai dengan respon kecemasan yang signifikan dan berlebihan terhadap situasi spesifik. Istilah "nomophobia" awalnya diciptakan dalam sebuah studi layanan pos Inggris tahun 2008 mengungkapkan bahwa 53% dari ± 2000 peserta (58% laki-laki dan 47% perempuan) menderita nomophobia. Dalam beberapa tahun terakhir, nomophobia telah menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang tinggi. Penelitian yang melibatkan 47.399 partisipan dari 20 negara melaporkan bahwa sekitar 20% individu mengalami nomophobia ringan, 50% mengalami nomophobia sedang, dan 20% mengalami nomophobia berat, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada mahasiswa dan dewasa muda, sementara prevalensi keseluruhan nomophobia secara global dilaporkan mencapai 94%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai nomophobia dan metode pengukurannya. Penelitian ini merupakan suatu tinjauan sistematis yang dilakukan analisis berdasarkan PRISMA flowchart untuk menentukan studi inklusi. Penelitian ini menggunakan kriteria inklusi seperti studi tersedia dalam full-text yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir dan dapat diakses secara penuh serta studi harus merupakan original article. Penelitian yang ditulis dalam bahasa selain bahasa Indonesia atau bahasa Inggris serta studi tinjauan pustaka dieksklusi dalam penelitian ini. Penelitian ini menginkusi 6 studi sebagai studi yang memenuhi syarat yang dianalisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner NMP-Q digunakan untuk menganalisis kondisi nomophobia dan nomophobia dapat menyebabkan kecemasan, stres, perilaku phubbing, penggunaan gawai yang intensif pada seseorang. Perilaku nomophobia dapat diukur dengan menggunakan kuesioner NMP-Q dan dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Kata kunci: Gawai, Kecemasan, Kuesioner NMP-Q, Nomophobia, Panduan DSM