Ni Made Dwi Mahayati
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Nyeri Haid (Dismenorea) Sebelum dan Sesudah Dilakukan Abdominal Stretching Exercise pada Remaja Putri Ni Kadek Eka Widiantari; Ni Gusti Kompiang Sriasih; Ni Made Dwi Mahayati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.335

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid adalah abdominal stretching exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan abdominal stretching exercise. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 31 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Prosedur penelitian mencakup pengukuran nyeri haid sebelum intervensi, pemberian abdominal stretching exercise selama 10–15 menit, dan pengukuran nyeri sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan penurunan skor median nyeri dari 3 menjadi 1. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,880 dan ρ = 0,00 (ρ < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulannya, abdominal stretching exercise efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis bagi remaja putri yang mengalami dismenorea.
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di Smk Kesehatan Bali Dewata Ayu Vriska Angelina; Ni Ketut Somoyani; Ni Made Dwi Mahayati
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.339

Abstract

Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan atau lendir dari vagina yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan merupakan kondisi dimana vagina mengeluarkan lendir ataupun cairan seperti nanah. Faktor pencetus keputihan yaitu bakteri, virus, jamur parasit, serta kurangnya kebersihan pada alat genetalia terutama pada daerah vagina. Keputihan abnormal yang terjadi dan tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan kesehatan organ kewanitaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku personal higiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden dan dipilih menggunakan teknik sampling purposive sampling . Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Bali Dewata pada bulan 17 April 2025. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 32 responden (42,7%) memiliki perilaku personal higiene yang baik, sebanyak 43 responden (57,3%) dengan sperilaku personal higiene cukup. Kemudian sebanyak 47 responden (62,7%) mengalami keputihan patologis, dan 28 responden (37,3%) mengalami keputihan patologis. Hasil p-value 0,000 (α<0,05), bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku personal higiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Diharapkan remaja putri mampu meningkatkan kesadaran diri dalam mencari informasi lebih lanjut terkait dengan kebersihan diri terutama di daerah kewanitaan sehingga dapat menciptakan kesehatan organ reproduksi yang sehat sedari dini, dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan khususnya pada area organ intim di masa yang akan datang.