Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REBUSAN JANTUNG PISANG UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI Yuyun Bewelli Fahmi; Andriana; Siti Nurkhasanah; Karmila; Julita; Yuliana Sari; Rismalia Br Sianturi
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3939

Abstract

Masa nifas berlangsung mulai dari 6 jam postpartum, 6 hari dan 6 minggu atau berlangsung selama 6 minggu atau 2 hari, namun secara keseluruhan akan pulih dalam waktu 3 bulan. Selama masa nifas wanita akan mengalami beberapa perubahan pada tubuhnya yang bisa menyebabkan ASI tidak keluar pada masa nifas,banyak berbagai makanan yang bisa dikonsumsi untuk memperlancar ASI salah satunya jantung pisang yang memiliki manfaat bagi kesehatan yaitu memperlancar pencernaan, membantu diet, memperlancar peredaran darah, meningkatkan produksi sel darah merah, mencegah dan penuaan dini, meningkatkan produktivitas ASI dan mencegah kolesterol. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh jantung pisang terhadap peningkatan volume ASI pada masa nifas . Metode penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pre test and post test. Banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang ibu nifas dengan teknik total sampling . Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Uji statistic dalam penelitian ini menggunakan uji T-dependen. Rata - rata volume ASI sebelum mengonsumsi jantung pisang (pretest) adalah 15,800 dan rata-rata volume ASI setelah mengonsumsi jantung pisang (posttest) adalah 113,00 didapat nilai P value = 0.000yang artinya ada hubungan yang signifikan. . Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat bahwa mengonsumsi jantung pisang dapat meningkatkan pengeluaran ASIpada ibu nifas dan dapat dijadikan sebagai terapi alternative.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI PMB KASMAWATI DESA BANGUN PURBA julita; Riska; Andria; Karmila
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4879

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh ibu, salah satunya perubahan pada payudara sebagai persiapan menyusui. Perubahan tersebut memerlukan perawatan yang tepat agar tidak menimbulkan masalah saat proses menyusui, seperti puting susu datar atau terbenam, bendungan ASI, maupun kesulitan menyusui setelah persalinan. Pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan payudara sangat penting karena akan memengaruhi kesiapan ibu dalam  memberikan  ASI  kepada  bayinya.  Namun,  masih  terdapat  ibu  hamil  yang memiliki pengetahuan kurang mengenai pentingnya perawatan payudara selama kehamilan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara di PMB Kasmawati, S.Keb Desa Bangun Purba. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu hamil, dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara pada kategori baik sebanyak 13 responden (43,3%), kategori cukup sebanyak 6 responden (20,0%), dan kategori kurang sebanyak 11 responden (36,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  masih  terdapat  ibu  hamil  yang  memiliki  pengetahuan  kurang  mengenai perawatan payudara selama kehamilan. Kesimpulan Pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara di PMB Kasmawati, S.Keb Desa Bangun Purba masih didominasi oleh   kategori   baik,   namun   masih   terdapat   sebagian   ibu   hamil   yang   memiliki pengetahuan kurang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan penyuluhan mengenai perawatan payudara selama kehamilan agar pengetahuan ibu semakin baik dan  kesiapan  menyusui  setelah  persalinan  dapat  ditingkatkan. Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya bidan, dapat meningkatkan penyuluhan dan konseling mengenai perawatan payudara kepada ibu hamil selama pemeriksaan antenatal care sehingga ibu memiliki pengetahuan yang lebih baik dan mampu melakukan perawatan payudara secara mandiri.