This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gallus Gallus
Sultan Mubarak
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Feed Conversion Ratio (FCR) dan Hen Day Production (HDP) Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Fase Layer pada Sistem Closed House Sultan Mubarak; Fitriani Fitriani; Yuliani Suparmin; Anita Sari; Windawati Alwi
Journal Gallus Gallus Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Gallus Gallus (2026)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/066pey69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dinamika Feed Conversion Ratio (FCR) dan Hen Day Production (HDP) pada burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) fase layer yang dipelihara menggunakan sistem closed house. Observasi longitudinal dilakukan selama empat bulan dari Agustus hingga November 2025 di CV Slamet Quail Farm, Sukabumi. Penelitian ini menggunakan populasi sekitar 10.000 ekor puyuh yang dibagi ke dalam dua unit blok kandang. Parameter yang diukur meliputi konsumsi pakan, produksi telur harian, dan mortalitas, yang kemudian dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa puncak produksi telur dan efisiensi pakan terbaik dengan nilai FCR menyentuh angka 2,0 terjadi pada bulan September. Lonjakan nilai FCR tertinggi mencapai 6,8 pada bulan Agustus disebabkan oleh alokasi energi pakan untuk pematangan ovarium dan pemeliharaan tubuh pada puyuh remaja. Selain itu, keterbatasan pakan pada bulan November berdampak pada penurunan produksi telur dan lonjakan FCR menjadi 6,2. Total mortalitas tertinggi terjadi pada bulan Agustus akibat stres awal masa bertelur, namun manajemen kandang closed house efektif memitigasi kematian lebih lanjut. Pemberian suplementasi probiotik mandiri secara signifikan mampu meningkatkan metabolisme pencernaan dan menurunkan jumlah telur afkir (cacat/pecah) dari 4.189 butir di bulan Agustus menjadi 1.923 butir pada bulan November.