Kawasan mangrove Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak telah berkembang menjadi destinasi ekowisata berbasis konservasi swadaya masyarakat, namun pemahaman ilmiah tentang kondisi ekologis aktualnya masih belum memadai. Penelitian ini mengkaji komposisi floristik, struktur dan stratifikasi tegakan, dominansi spesies, keanekaragaman ekologi, serta pola zonasi vegetasi mangrove di kawasan tersebut menggunakan metode plot tunggal berukuran 10×10 m sebanyak 27 plot yang tersebar pada tiga zona komunitas. Inventarisasi mencatat 35 entri taksonomi yang terdiri atas 34 spesies teridentifikasi, dengan 21 spesies mangrove sejati (61,8%) dan 13 spesies mangrove asosiasi (38,2%). Famili Rhizophoraceae mendominasi dengan enam takson, dan Sonneratia ovata berstatus Near Threatened (NT-IUCN) tercatat hadir dalam plot. Kerapatan bervariasi sangat tajam antarstrata: semai 16.060 ind./ha, pohon 2.519 ind./ha, dan pancang 1.121 ind./ha, dengan rasio semai–pancang 14,3:1 yang mengindikasikan tekanan saringan ekologis pada fase transisi pertumbuhan. Sebanyak 89,0% individu pohon terkonsentrasi pada kelas diameter 4–20 cm dan 75,7% berada di bawah ketinggian 10 m, mencerminkan tegakan yang aktif beregenerasi namun belum matang secara struktural. Dominansi spesies bersifat life-stage specific, dengan Rhizophora apiculata memimpin pada strata pohon (INP 71,79) dan semai (INP 64,62), sementara Scyphiphora hydrophyllacea dan Bruguiera gymnorrhiza menjadi komponen paling penting pada strata pancang. Nilai Shannon-Wiener berkisar antara H' = 1,62 hingga 2,22 dengan kemerataan yang menurun dan dominansi yang meningkat pada strata yang lebih muda. Pola zonasi tidak mengikuti gradien linear seaward–landward, melainkan terbentuk sebagai mosaik komunitas dengan kekayaan spesies tertinggi pada zona belakang yang diduga dipicu oleh abrasi fisik dan dinamika hidrodinamika lokal. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan multi-strata dan pemantauan berbasis ekologi merupakan fondasi yang tidak dapat dihindari dalam pengelolaan kawasan mangrove yang berkelanjutan