Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi perempuan dalam pendidikan pesantren melalui perspektif pemikiran Simone de Beauvoir di lingkungan Asrama UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan Islam yang diiringi dengan berbagai dinamika terkait identitas, kebebasan, kesetaraan, dan konstruksi gender. Meskipun perempuan telah memperoleh akses pendidikan yang lebih luas, berbagai stereotip dan ekspektasi sosial masih memengaruhi posisi serta peran mereka dalam kehidupan sosial dan akademik. Oleh karena itu, pemikiran Simone de Beauvoir digunakan untuk memahami bagaimana perempuan membangun eksistensinya sebagai subjek yang bebas dan mandiri dalam lingkungan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian berada di Asrama UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Informan penelitian terdiri atas mahasiswi, pengurus asrama, musyrifah, dan pembina asrama yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan konsep the Other, kebebasan eksistensial, dan becoming woman dari Simone de Beauvoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asrama berfungsi sebagai ruang pembentukan identitas perempuan yang mendorong berkembangnya kemandirian, kepemimpinan, kepercayaan diri, dan partisipasi sosial. Mahasiswi memiliki kesempatan yang luas untuk berorganisasi, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensi akademik dan keagamaan. Konsep becoming woman tampak dalam proses pembentukan identitas perempuan melalui pendidikan dan pengalaman sosial, sedangkan konsep the Other masih ditemukan dalam bentuk stereotip gender yang tidak lagi dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan pesantren modern di lingkungan Asrama UIN Bukittinggi berkontribusi signifikan dalam memperkuat eksistensi perempuan sebagai individu yang bebas, mandiri, dan berdaya tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.