Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Eksperimental Pengaruh pH Pendingin Mesin terhadap Suhu Kerja dan Emisi Gas Buang pada Motor 4 Silinder Diama Rizky Septiawan; Wijoyo Wijoyo; Agus Dwi Putra; Eko Surjadi; Faqih Fadillah
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 5 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v5i1.8263

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pendingin yang mampu menahan suhu operasi mesin lebih lama (suhu operasi mesin rendah) dan mengurangi emisi mesin. Pendingin radiator adalah pendingin yang biasanya digunakan pada radiator. Komponen ini berfungsi untuk mengontrol suhu di dalam mesin kendaraan agar tidak berlebihan karena dapat menyebabkan mesin panas berlebih dan merusak mesin mobil. Penggunaan air biasa atau air mineral tidak dapat memaksimalkan kinerja pendingin dalam mendinginkan mesin. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental untuk menguji apakah variabel eksperimen efektif atau tidak. Variabel Independen, variasi jenis cairan pendingin, Variabel Dependen, suhu kerja mesin dan emisi knalpot, Variabel Kontrol, suhu ruangan saat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kerja tertinggi diperoleh dengan menggunakan air suling dengan tingkat keasaman (pH) 6,32, yaitu 89,5 oC dan suhu kerja mesin terendah. Hasil menunjukkan bahwa suhu kerja tertinggi diperoleh dengan menggunakan air suling dengan tingkat keasaman (pH) 6,32, yaitu 89,5 oC, dan suhu kerja mesin terendah adalah dengan menggunakan cairan pendingin jenis Water coolant (pH 8,04) 85 oC. Penggunaan Water coolant (pH 8,04) sebagai cairan pendingin dapat mengurangi emisi gas buang CO sebesar 0,13%, HC sebesar 6,8 ppm, dan NOx sebesar 3,1 ppm. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa suhu kerja mesin terendah diperoleh dengan menggunakan cairan pendingin jenis Water coolant dan dapat mengurangi emisi gas buang CO, HC, dan NOx.