Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik termal kaca riben dan kayu sentrok melalui pendekatan deret Fourier kompleks. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pengukuran suhu terhadap waktu pada dua kondisi, yaitu tanpa pemanasan dan setelah pemanasan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui parameter suhu maksimum, minimum, rata-rata, dan simpangan baku, serta diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro Wilk. Selanjutnya, data dimodelkan menggunakan deret Fourier kompleks untuk merepresentasikan distribusi suhu secara matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaca riben memiliki stabilitas suhu yang lebih tinggi dengan rentang suhu 22-23 0C dan simpangan baku sebesar 0,370C,sedangkan kayu sentrok menunjukkan fluktuasi suhu yang lebih besar dengan rentang 20,5-21,5 0C dan simpangan baku sebesar 0,410C. Pada kondisi dipanaskan, kayu sentrok mencapai suhu maksimum yang lebih tinggi sebesar 380C, lebih tinggi dibandingkan kaca riben sebesar 330C. Permodel deret Fourier mampu merekonstruksi pola perubahan suhu dengan tingkat akurasi yang tinggi R² = 0,996 atau RMSE = 0,18 untuk kaca riben dan R² = 0,992atau RMSE = 0,25 untuk kayu sentrok , dimana termal kaca riben cenderung lebih harmonik, sedangkan kayu sentrok menunjukkan pola yang lebih nonlinier. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan deret Fourier kompleks efektif untuk membedakan karakteristik termal material dan berpotensi diterapkan dalam pemilihan material untuk desain termal bangunan dan sistem insulasi berbasis efisiensi energi. Namun, penelitian yang menerapkan pemodelan berbasis Fourier untuk membandingkan respons termal material konduktor dan isolator secara eksperimental masih terbatas. Implikasi penelitian ini dapat diterapkan dalam pemilihan material untuk desain termal dan sistem insulasi berbasis efisiensi energi.