Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR DESA DALAM PENATAAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN DESA DI DESA AIR KOTOK KECAMATAN PEMATANG TIGA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Supawanhar Supawanhar; Sri Suharti; Ovita Charolina
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4269

Abstract

Pemerintah Desa Air Kotok, Kecamatan Pematang Tiga, Kabupaten Bengkulu Tengah masih menghadapi berbagai kendala dalam penataan administrasi pemerintahan dan administrasi keuangan desa, terutama terkait rendahnya pemahaman aparatur mengenai pengelolaan dokumen administrasi, pengarsipan, serta administrasi keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Kondisi tersebut berpotensi menghambat terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan administrasi keuangan desa melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik, serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan melibatkan 25 orang aparatur dan pemangku kepentingan Desa Air Kotok. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa kuesioner yang terdiri atas delapan indikator kompetensi administrasi pemerintahan dan administrasi keuangan desa. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan rata-rata skor dan persentase peningkatan hasil belajar peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 57,5% sebelum pelatihan menjadi 88,3% setelah pelatihan atau mengalami peningkatan sebesar 30,8%. Selain meningkatkan kompetensi aparatur desa, kegiatan ini juga mendorong terciptanya penataan administrasi yang lebih sistematis, pengelolaan administrasi keuangan yang lebih tertib, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pelatihan dan pendampingan dapat menjadi alternatif strategi peningkatan kapasitas aparatur desa yang dapat direplikasi pada desa lain dengan karakteristik yang serupa.