Miskonsepsi dalam konsep fisika dapat berasal dari dalam diri siswa maupun dari pengalaman sehari-hari, dan merupakan penyebab utama kesulitan dalam pembelajaran fisika. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa metode Certainty of Response Index (CRI) efektif dalam mengidentifikasi miskonsepsi, serta dapat membedakan antara siswa yang paham konsep, mengalami miskonsepsi, dan tidak tahu konsep. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan konsepsi yang sering mengalami miskonsepsi pada materi elastisitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan pengumpulan data melalui tes diagnostik pilihan ganda disertai CRI termodifikasi (skala dua tingkat) yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman konsep elastisitas. Partisipan penelitian berjumlah 56 siswa kelas XI MIPA, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa 17 soal pilihan ganda dengan empat indikator, telah divalidasi oleh dua dosen ahli fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,3% siswa mengalami miskonsepsi, 25,3% siswa memahami konsep dengan baik, dan 27,4% siswa tidak memahami konsep. Indikator dengan miskonsepsi paling tinggi terdapat pada indikator kedua yang membahas konsep tegangan, regangan, dan modulus Young, dengan persentase mencapai 52,9%. Khususnya pada soal nomor tiga, empat, dan dua belas, siswa menunjukkan kesalahan dalam menganalisis dan menghitung perbandingan hubungan antara gaya dan pertambahan panjang serta grafik hubungan antara tegangan dan regangan. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang pemahaman siswa terhadap elastisitas, yang dapat digunakan untuk memperbarui kurikulum fisika agar lebih responsif terhadap miskonsepsi.