Pemahaman konsep siswa pada materi gelombang transversal masih menjadi tantangan karena sifatnya yang abstrak, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu melatih penalaran sekaligus memvisualisasikan konsep secara konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem solving berbantuan simulasi interaktif PhET dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi gelombang transversal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental, desain The Static Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 50 siswa kelas XI MIA di MA Fauzaniyyah, Kabupaten Garut, yang terbagi ke dalam kelas eksperimen (problem solving berbantuan PhET) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional), masing-masing 25 siswa. Instrumen berupa 15 soal pilihan ganda tervalidasi (reliabilitas 0,687) digunakan sebagai pretest dan posttest, disertai angket persepsi siswa. Karena data tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney, menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,014, menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,58 (58,32%, cukup efektif) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,26 (25,72%, tidak efektif), dengan effect size Cohen's d sebesar 0,847 (kategori besar). Hasil angket menunjukkan persepsi siswa yang sangat positif dengan indeks rata-rata 80,6%. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem solving berbantuan simulasi interaktif PhET lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi gelombang transversal.